- Kemenperin menegaskan pasar otomotif nasional tahun 2026 tidak lesu melainkan mencatatkan tren pertumbuhan yang solid.
- Produksi roda empat mencapai 859.000 unit, sedangkan produksi roda dua mencapai 4,79 juta unit dengan peningkatan penjualan domestik.
- Pertumbuhan penjualan kendaraan baru tersebut diproyeksikan berdampak langsung pada kenaikan industri sektor hilir dan modifikator.
Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menepis anggapan terkait kelesuan pasar otomotif nasional pada 2026. Pemerintah menegaskan kinerja produksi maupun penjualan kendaraan bermotor roda empat dan dua di dalam negeri justru mencatatkan tren pertumbuhan yang solid.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin Setia Diarta membeberkan capaian positif sektor otomotif nasional saat membacakan sambutan Menteri Perindustrian dalam pembukaan pameran Indonesia Modification & Lifestyle Expo 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Setia menuturkan peningkatan produksi dan penjualan kendaraan menjadi indikator kuat bahwa pasar otomotif Indonesia tetap bergairah.
"Dua sektor ini menunjukkan satu hal yang sama, pasar otomotif Indonesia terus tumbuh. Mungkin ada yang pesimis terhadap pasar otomotif di tahun ini, namun data menunjukkan sebaliknya," kata Setia, Senin (12/10/2026).
Dia menjelaskan produksi di sektor kendaraan roda empat berhasil menyentuh angka 859.000 unit, tumbuh 13,4 persen dengan penjualan domestik 20,1 persen.
Sementara di sektor roda dua, Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai industri roda dua terbesar ketiga di dunia dengan total produksi mencapai 4,79 juta unit, tumbuh 3,4 persen, serta penjualan domestik yang naik 2,2 persen.
Peningkatan volume penjualan kendaraan baru ini diproyeksikan bakal berdampak langsung pada kenaikan industri sektor hilir, terutama dalam membuka ruang gerak lebih luas bagi para modifikator serta produsen aftermarket.
"Pasar kendaraan baru terus tumbuh, dan pertumbuhan inilah yang akan melimpah pada industri hilir nantinya. Di situlah peran Anda semua, para modifikator, builder, dan pelaku aftermarket," papar Setia.