- Pembalap Ducati Pedro Acosta memprotes format baru MotoGP 2027 karena meningkatkan risiko cedera serius.
- CEO MotoGP Carlos Ezpeleta menyatakan perubahan jadwal tersebut merupakan usulan dari tim peserta dan aman.
- Pengujian awal menunjukkan motor 850cc regulasi 2027 tetap mencatatkan kecepatan lebih tinggi dibanding motor lama.
Suara.com - Perubahan Format MotoGP 2027 Tuai Protes: Pedro Acosta Sebut Bikin Karier Pembalap Makin Pendek
Musim balap motor MotoGP 2027 diprediksi bakal menghadirkan perubahan besar, mulai dari regulasi teknis hingga format akhir pekan balapan.
Namun, penambahan balapan sprint di setiap seri dan format kualifikasi ganda memicu kritik dari para pembalap, menurut Rideapart.
Pembalap Ducati, Pedro Acosta, menyoroti meningkatnya risiko cedera serius yang dapat mempersingkat karier atlet.
Sebaliknya, CEO MotoGP Carlos Ezpeleta menegaskan bahwa perubahan format tersebut merupakan usulan dari tim dan tidak membahayakan keselamatan.
Kekhawatiran Pembalap: Risiko Cedera dan Jadwal yang Makin Padat
Rencana penerapan balapan sprint di setiap seri akhir pekan sepanjang musim 2027 dinilai membebankan fisik para pembalap.
Dengan jadwal yang makin padat, para pembalap dituntut memacu kendaraan hingga batas maksimal dalam lebih banyak sesi.
Pedro Acosta secara terbuka menyuarakan kekhawatirannya mengenai dampak format baru ini terhadap keselamatan di lintasan.
Menurutnya, kewajiban untuk tampil maksimal di setiap akhir pekan secara langsung meningkatkan potensi kecelakaan dalam kecepatan tinggi.
Mengenai tumpukan sesi berisiko tinggi tersebut, Pedro Acosta menyatakan sebagaimana dikutip dari Crash.net:
"Kami sudah memiliki banyak sesi di mana kami harus mempertaruhkan segalanya, seperti PR, kualifikasi, sprint, dan balapan utama, sudah empat. Dan kami memiliki 22 (kali) dua (balapan), karena kami memiliki balapan sprint setiap akhir pekan."
Acosta menilai bahwa peningkatan frekuensi balapan sprint ini akan membuat angka cedera di kalangan pembalap melonjak tajam sepanjang musim.
Ia menekankan bahwa dalam kondisi format saat ini saja, sangat sedikit pembalap yang mampu melewati satu musim penuh tanpa mengalami cedera fisik.
Menanggapi skema format baru yang dinilai terlalu membebankan tersebut, Pedro Acosta menambahkan:
"Saya memahami format (baru) ini jika kita (hanya) memiliki separuh dari jumlah balapan sprint. Namun masalahnya adalah kita sudah memiliki terlalu banyak balapan. Jika Anda memeriksa seluruh daftar pembalap, tidak banyak dari mereka yang tidak mengalami cedera sepanjang musim."
Tanggapan Penyelenggara: Berawal dari Usulan Tim dan Faktor Regulasi Ban
Di lain pihak, pihak penyelenggara melalui CEO Carlos Ezpeleta membantah anggapan bahwa aturan baru MotoGP 2027 bakal mengancam keselamatan para pembalap.
Ezpeleta menjelaskan bahwa perubahan jadwal tersebut sebenarnya berawal dari aspirasi yang diajukan oleh tim-tim peserta.
Menanggapi gelombang kritik terkait format baru tersebut, Carlos Ezpeleta menyampaikan penjelasannya sebagaimana dikutip dari Crash.net:
"Kami didatangi oleh tim-tim di Misano mengenai jadwal yang direvisi. Pada dasarnya, untuk memberikan konteks, di bawah regulasi baru 2027, para pabrikan memang telah meminta sejumlah perubahan yang bertujuan mengurangi jumlah waktu di lintasan. Dan hal itu memicu pertanyaan apakah format saat ini adalah yang terbaik. Usulan tersebut datang dari tim-tim itu sendiri, dan terdapat beberapa iterasi di mana targetnya adalah mempertahankan, atau tidak meningkatkan tingkat risiko dibandingkan saat ini, serta memberikan hasil yang lebih baik bagi para penggemar, mitra media, dan semua pihak."
Ezpeleta mengakui bahwa pihak penyelenggara perlu membenahi saluran komunikasi agar seluruh pembalap mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai batasan teknis pada regulasi 2027. Pihaknya optimistis bahwa batasan penggunaan ban serta alokasi time attack tidak akan menambah tingkat bahaya di lintasan.
Mengenai tuduhan bahwa format baru mengabaikan aspek keselamatan atlet, Carlos Ezpeleta menambahkan bahwa ada banyak hal yang perlu dikaji ulang oleh pembalap.
"Kami mungkin harus melakukan pekerjaan yang lebih baik dari sisi komunikasi serta menyatukan tim, kami, dan semua orang dalam pemahaman yang lebih baik. Anda melihat beberapa pembalap kemarin dalam komunikasinya mungkin belum sepenuhnya memahami batasan pada ban dan batasan pada time attack, yang mana ini harus kami terima dan sadari bahwa kami harus memperbaikinya. Namun kami sama sekali tidak merasa bahwa kami membahayakan keselamatan para pembalap, karena sekali lagi, mereka sudah melakukan (jumlah time attack yang sama)."
Perdebatan Efektivitas Regulasi Teknis Motor 2027
Pihak penyelenggara meyakini bahwa regulasi baru 2027, seperti penyesuaian mesin menjadi 850cc serta batasan aerodinamika, akan menekan kecepatan motor di lintasan.
Namun, hasil pengujian awal menunjukkan bahwa motor 850cc justru mencatatkan kecepatan yang lebih tinggi dibanding motor 1000cc saat ini, sementara daya tahan senyawa ban baru juga tetap bertahan lama.
Kondisi ini membuat perbedaan pandangan antara pembalap dan manajemen MotoGP semakin tajam menjelang musim 2027.
Berikut beberapa perubahan teknis utama pada motor MotoGP 2027 meliputi:
- Penurunan Kapasitas Mesin (850cc): Kapasitas mesin dirampingkan dari sebelumnya 1000cc menjadi 850cc.
- Perubahan Masif pada Aerodinamika: Aturan aerodinamika diperketat untuk membatasi downforce dan menurunkan kecepatan puncak di trek lurus.
- Pembatasan Bantuan Elektronik (Electronic Aids): Sistem kontrol elektronik mendapatkan penyesuaian signifikan guna mengurangi ketergantungan pada perangkat elektronik bantu.
- Pembatasan Alokasi Ban: Diberlakukan batasan dan skema alokasi ban baru (Michelin) serta jumlah time attack yang dapat dilakukan sepanjang akhir pekan balapan.
Meskipun seluruh paket perubahan teknis ini awalnya ditargetkan untuk memperlambat laju motor, hasil pengujian awal menunjukkan bahwa motor berkapasitas 850cc tersebut tetap mencatatkan kecepatan yang sangat tinggi, bahkan melebihi motor 1000cc generasi saat ini.