- Gaikindo mencatat penjualan retail mobil LCGC di Indonesia mencapai 10.283 unit pada September 2026.
- Distribusi kumulatif LCGC periode Januari hingga September 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
- Toyota Calya 1.2 G M/T menjadi varian mobil LCGC terlaris sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.
Suara.com - Segmen Low Cost Green Car (LCGC) saat ini diisi oleh lima model utama, yaitu Toyota Agya, Toyota Calya, Honda Brio Satya, Daihatsu Ayla, dan Daihatsu Sigra. Kelima model ini terbukti masih diminati pasar Indonesia.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan wholesales LCGC sepanjang September 2026 mencapai 9.689 unit. Sementara penjualan retail mencatatkan angka lebih tinggi sebesar 10.283 unit.
Secara kumulatif dari Januari hingga September tahun ini, distribusi wholesales LCGC tercatat sebesar 83.997 unit dan penjualan retail mencapai 90.527 unit. Meski demikian, pencapaian ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan wholesales 94.327 unit dan retail 97.732 unit. Penurunan wholesales tercatat sebesar 11 persen, sedangkan retail turun 7 persen.
Di tengah penurunan pasar secara umum, beberapa varian spesifik justru menunjukkan performa penjualan yang sangat menonjol.
Toyota Calya tipe 1.2 G M/T menjadi varian paling laris. Sepanjang periode Januari hingga September 2026, distribusi varian transmisi manual ini berhasil menembus angka 16.996 unit.
Posisi berikutnya diisi oleh Honda Brio Satya E CVT. Varian ini berstatus sebagai LCGC termahal dengan banderol Rp 206,7 juta, namun harga tinggi tidak menyurutkan minat konsumen terhadap tipe tersebut.
Peringkat ketiga LCGC paling banyak diburu ditempati oleh Daihatsu Sigra 1.2 R M/T. Varian ini membukukan angka distribusi sebanyak 10.265 unit dalam kurun waktu sembilan bulan.
Pasar LCGC saat ini menghadapi tekanan berat dari penurunan daya beli masyarakat kelas menengah. Selain itu, penetrasi mobil listrik asal Tiongkok berharga kompetitif dengan keunggulan bebas aturan ganjil-genap di Jakarta turut memperketat persaingan.