Poptren.suara.com – Tak semua orang terlahir dengan indera dan fisik yang lengkap. Meskipun begitu, bukan berarti mematahkan semangat penyandang disabilitas melainkan tetap berjuang untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup.
Dalam unggahan video yang berdurasi 10 detik ini dalam akun TikTok @littletwentyy, terlihat seorang wanita menunjukkan seorang pria sedang berjualan kerupuk di pinggir jalan.
Penjual kerupuk yang berjualan di pinggir jalan raya itu rupanya tak bisa mendengar dan berbicara. Hal itu tampak pada tulisan yang terpasang di depan dagangannya.
"Maaf, saya bisu tuli," tulis pedagang tersebut. Ia juga menuliskan produk yang ia jual adalah kerupuk makaroni dan dijual dengan harga Rp5.000 per bungkus.
Pedagang tersebut tampak sederhana dengan menggunakan celana selutut, sandal jepit, dan juga jaket serta topi untuk menghalau panas. Ia memilih untuk berjualan demi menyambung hidup dan mendapatkan sesuap nasi.
Perjuangan yang dilakukan pedagang kerupuk itu pun membuat wanita ini salut. "Buat kita semua, jangan pernah bersikap tinggi, tapi selalu lah lihat ke bawah. Mungkin kita merasa kurang tapi di luar sana masih banyak yang ingin seperti kita," tulis wanita ini dalam videonya.
Ia juga mengingatkan warganet lain untuk tetap bersyukur. Rupanya pedagang kerupuk itu berjualan di lampu merah Jalan S Parman, Samarinda.
Video ini lantas menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan terkait.
"Melihat video ini aku nangis. Ya bukan menangisi mereka, tapi diriku sendiri yang nggak bersyukur tentang nikmat Tuhan," komentar seorang warganet.
Baca Juga: Viral! Pria Ini Sempatkan Salat di Tribun Saat Menonton Pertandingan Sepak Bola
Warganet lain ikut berkomentar. "Nangis banget, betapa jahatnya aku nggak pernah bersyukur dan melihat ke bawah. Banyak banget yang lebih susah," ujar warganet ini.
"Sehat selalu ya, Pak. Aamiin," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Sementara itu, hingga Senin (8/8/2022), video ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 2 juta kali di TikTok.
Sumber : suara.com
Berita Terkait
-
Tega Banget! Bocah Penjual Kerupuk Ditipu Pembeli Pakai Uang Palsu, Publik: Semoga Rezeki Adeknya Dilipatkan Dek
-
Takjub! Pemuda Penjual Kerupuk Asal Bontang Wakilkan Indonesia ke Thailand Open Jujitsu Championship
-
Sudah Pukul 11 Malam, Kakek Ini Tak Patah Semangat Tawarkan Kerupuk di Pinggir Jajan
-
Nyesek Lihatnya! Viral Bocah Penjual Kerupuk Menahan Iri Perhatikan Sekelompok Cowok Main Game di HP
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah
-
Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja
-
Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan