Poptren.suara.com - Keramas menjadi salah satu cara untuk menjaga dan merawat kesehatan rambut. Tetapi banyak orang tidak tahu, seberapa sering mereka harus keramas.
Sebenarnya untuk menjaga rambut tetap rapi, seorang tidak perlu keramas setiap hari atau setiap hari. Hal itu justru bisa membuat rambut lebih buruk dengan memberikan perhatian ekstra. Menurut para ahli, kuncinya adalah masuk ke rutinitas yang baik, yang bisa jadi sulit ketika hidup tidak dapat diprediksi.
Tetapi jika terus memberikan kehidupan baru pada rambut lepek, cukup mengubah rutinitas bisa berhasil. Para ahli menyarankan bahwa terlepas dari jenis rambut Anda; Anda harus meluangkan sedikit waktu untuk mencari tahu apa yang paling cocok untuk kunci Anda.
Dan banyak orang yang tidak mengetahui jenis rambut mereka dapat jatuh ke dalam pola mencuci rambut mereka setiap hari yang tidak ideal sama sekali. Para ahli mengatakan mencuci terlalu sering dapat menghilangkan minyak esensial dari rambut dan membuatnya kering.
"Membersihkan rambut Anda dari minyak esensial hanyalah satu masalah, serta menyebabkan ketombe dan kulit kepala yang kering dan gatal.
"Itu juga bisa membuat rambut Anda kering, rapuh dan lebih rentan patah."
Sementara penata rambut selebriti Jon Hala mengatakan: "Anda hanya boleh mencuci rambut saat benar-benar diperlukan." Dia menyarankan Anda untuk mengetahui kapan ini terjadi dengan mengusap rambut Anda untuk melihat apakah masih lembut dan bergoyang.
Dia menegaskan bahwa sekali atau dua kali seminggu seharusnya cukup untuk menjaga rambut dalam kondisi yang baik.
Dia menambahkan: "Jika kulit kepala gatal atau ada tanda-tanda pengelupasan karena kotoran, maka sudah waktunya untuk keramas.
Baca Juga: Benarkah Tak Boleh Keramas Saat Tengah Menstruasi? Ternyata Begini Kata Dokter
"Ingat, untuk kulit kepala yang sehat Anda membutuhkan sebum alami untuk folikel yang sehat dan mencuci rambut Anda terlalu teratur akan mengurangi ini."
Sumber : Suara.com
Berita Terkait
-
Bapak-bapak Tukang Pangkas Rambut di Pekanbaru Diduga Lecehkan Pelanggan Pria
-
Potong Rambut di Salon, Seorang Pria Diduga Jadi Korban Pencabulan Oknum Pegawai
-
3 Cara Cepat Menumbuhkan Rambut
-
Baru Sekolah Delapan Hari, Orangtua Dibikin Kesal Anak Pulang Potongan Rambut Acak-acakan, Alasan Guru Diragukan Publik
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Cak Imin Pastikan Bantuan BPJS Tepat Sasaran, Masyarakat Miskin Tetap Bisa Berobat
-
Film Antara Mama, Cinta, dan Surga: Tradisi yang Menekan Generasi Muda
-
Pengiriman 21 Kg Sabu ke Jakarta Gagal, 2 Kurir Narkoba Ditangkap di Deli Serdang
-
Purbaya Blacklist Keluarga Dwi Sasetyaningtyas usai Viral Hina RI, Tagih Balik Dana LPDP Plus Bunga
-
Bos Agrinas Pangan Manut Diminta Tunda Impor Pikap dari India
-
Jadwal Buka Puasa Jakarta Hari Ini 23 Februari 2026, Catat Waktu Magrib & Isya
-
Komisi XII DPR Minta ESDM Hitung Akurat Kebutuhan Energi Ramadan-Lebaran: Jangan Ada Kurang Pasokan
-
Seorang Pemotor Tewas Usai Tertemper Kereta Bandara di Perlintasan Kalideres Jakbar
-
Komisi III DPR Beri Deadline 1 Bulan ke Kapolri, Ambil Alih dan Sikat Habis Oknum Polisi Bermasalah!
-
Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Ditunda: Tunggu Presiden Pulang