Poptren.suara.com - Hari Raya Nyepi merupakan hari raya bagi umat Hindu yang dirayakan setiap tahun baru Saka dalam kalender Saka yang digunakan umat Hindu sebagai acuan penanggalan.
Di Indonesia, salah satu tempat yang identik dalam perayaan Nyepi adalah pulau Dewata, Bali. Selama perayaan Nyepi, suasana pulau ini tampak sepi penuh khidmat, tidak seperti biasanya yang penuh hingar-bingar oleh berbagai kesibukan.
Sehari menjelang nyepi, umat Hindu melakukan beberapa ritual dan tradisi. Salah satu tradisi yang dikenal sehari sebelum hari nyepi adalah pawai ogoh-ogoh.
Sementara tradisi pada puncak Hari Raya Nyepi, dikenal dengan tradisi Catur Brata Penyepian. Tradisi ini dimulai sejak jam 6 pagi dan berlangsung selama 24 jam atau sehari penuh Hari Raya Nyepi.
Pada tradisi Catur Brata ini ada sejumlah larangan bagi umat Hindu yang tidak boleh dilakukan, yaitu pertama amati geni, tidak boleh menghidupkan api maupun lampu.
Kemudian larangan selanjutnya amati karya, yaitu dilarang melaksanakan aktivitas apapun. Saat Nyepi berlangsung, umat Hindu diharuskan untuk fokus introspeksi diri atas segala tindakan yang pernah dilakukan.
Selanjutnya amati lelungan, yaitu larangan keluar atau meninggalkan rumahnya masing-masing.
Lalu larangan amati lelanguan, yaitu dilarang untuk bersenang-senang, misalnya tidak boleh menonton TV ataupun bermain game.
Adapun tujuan dari pelarangan tersebut adalah untuk menjernihkan pikiran dan mengheningkan diri bagi setiap orang selama perayaan Nyepi.
Setelah melakukan Catur Brata penyepian, umat Hindu melaksanakan Ngembak Geni, yang artinya bebas untuk menyalakan api ataupun penerangan lainnya. Dalam tradisi ini biasanya umat Hindu saling bersilaturahmi dan saling maaf memaafkan satu sama lain.
Masyarakat yang berada di Bali termasuk wisatawan tidak boleh keluar rumah selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi.Perayaan Nyepi di Bali ini ternyata menjadi salah satu hal yang menginspirasi kampanye World Silent Day, yang dibuat oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). World Silet Day diperingati setiap tanggal 21 Maret.
Baca Juga: Adian Napitupulu Sindir Zulhas dan Teten Masduki soal Impor Pakaian Bekas yang Ganggu UMKM
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
Saat Berbagi Jadi Gaya Hidup: Donasi Buku Jadi Tren Positif Warga Urban
-
Strategi JETOUR Ekspansi Pasar Otomotif Tanah Air Lewat Jajaran Poduk SUV
-
Momen SBY Melukis Sungai Bengawan Solo, Berhenti Karena Hujan Deras Turun
-
IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya
-
Pembobol Rumah Kosong di Tangerang Terungkap, Pelaku Dibekuk Saat Bersembunyi di Jakarta Timur
-
Saat Hukum Tak Lagi Dipercaya, Film The Verdict 2025 Soroti Krisis Keadilan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Geopolitik Timur Masih Memanas, Perjalanan 3.748 Jemaah Haji DIY Disiapkan Tiga Skenario
-
Dari Lokal ke Global, Diplomasi Biji Kopi Indonesia yang Kini Merambah Pasar Taiwan
-
Gibran Sambut Usulan DPR, Ajak Lembaga Negara Mulai Berkantor di IKN