Suara.com - OPPO Indonesia telah melaksanakan prosesi ground breaking renovasi pabrik seluas 27 ribu meter persegi di Tangerang, Provinsi Banten. Pabrik ini merupakan pabrik pertama OPPO di luar negara asalnya, Tiongkok.
CEO OPPO PT Indonesia OPPO Electronics, Jet Lee, menyatakan antusiasme masyarakat Indonesia akan smartphone OPPO yang terus meningkat merupakan salah satu alasan OPPO investasi untuk membangun pabrik di Indonesia. Pabrik OPPO di Indonesia, lanjutnya, akan memproduksi smartphone dengan standar dan berkualitas tinggi.
“Kami sangat bangga atas terlaksanananya prosesi yang menandakan awal proses renovasi bangunan ini. Renovasi pabrik merupakan wujud komitmen dan keseriusan kami dalam berinvestasi di Indonesia,” ujar Jet lee.
Ia menjelaskan, proses renovasi pabrik ini diperkirakan akan memakan waktu selama 4 bulan. Jika tidak meleset, pabrik smartphone OPPO di Indonesia akan mulai beroperasi penuh pada April 2015. OPPO menanamkan nilai investasi sebesar US$30 juta untuk membeli pabrik di Tangerang lalu merenovasinya menjadi pabrik OPPO.
Menurut Jet Lee, pabrik ini akan memiliki prosedur pengendalian mutu yang ketat untuk memastikan setiap produk OPPO lulus uji quality control (QC) sebelum didistribusikan ke berbagai toko OPPO. “Ini merupakan komitmen kami untuk memberikan pengalaman terbaik untuk konsumen,” katanya.
OPPO saat ini sedang mempersiapkan beberapa bangunan pendukung dalam kawasan pabrik, seperti gudang penyimpanan dan lini produksi. “Tahun depan, pabrik tersebut diharapkan memiliki kapasitas produksi 500.000 unit smartphone perbulan,” katanya.
Jet Lee menyatakan OPPO global telah lama merencanakan untuk membangun pabrik di Indonesia. Ternyata, hal ini sejalan dengan rencana pemerintah yang menginginkan para produsen ponsel untuk membangun pabriknya di Indonesia. "OPPO merasa bangga bahwa rencana yang kami susun selama ini ternyata mendukung rencana pemerintah untuk meningkatkan alih teknologi ponsel di Indonesia," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim