Suara.com - Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai bank yang peduli terhadap perkembangan ekonomi kerakyatan, senantiasa aktif dalam berbagai aktivitas yang mendukung pertumbuhan sektor tersebut. Kali ini, dalam acara Pembukaan Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (Munas APPSI) yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, di Makassar, kemarin, Bank BRI kembali menunjukkan keseriusannya dalam akselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di seluruh penjuru tanah air.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Bank BRI Asmawi Syam menyerahkan fasilitas KUR BRI kepada debitur yang ke-600.000 dari program penyaluran KUR 2015 yang dilaksanakan sejak 18 Agustus 2015 lalu. Hadir pula pada kesempatan tersebut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Direktur UMKM Bank BRI Mohammad Irfan.
Angka 600.000 debitur dicapai oleh Bank BRI hanya dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan. “Dengan kata lain, rata-rata setiap harinya Bank BRI merealisasikan KUR untuk 10.000 debitur. Angka ini merupakan prestasi tertinggi yang pernah dicapai oleh lembaga perbankan,” kata Hari Siaga, Corporate Secretary Bank BRI dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Kamis (26/11/2015).
Prestasi Bank BRI dalam penyaluran KUR tidak berhenti hanya pada aspek banyaknya realisasi. Pada hari yang sama, penyaluran KUR oleh Bank BRI telah menembus angka Rp 10 Trilun. “Ini juga angka terbesar jika dibandingkan dengan bank penyalur kredit lainnya, Kami optimis penyaluran KUR BRI di akhir tahun akan menembus angka Rp 12 Triliun,” sambung Hari Siaga.
Dari aspek sektor usaha, penyaluran KUR sebesar Rp 10 Triliun yang sudah dicapai Bank BRI ini disalurkan kepada sektor pertanian (on farm) sebesar 21%, perikanan (on farm) dan industri pengolahan sebesar 10%, dan sisanya yang 69% disalurkan dalam sektor perdagangan terkait pertanian, perikanan dan hasil pengolahan.
Pencapaian yang tinggi di atas dihasilkan oleh lebih dari 8.000 tenaga pemasar khusus KUR yang ada di 19 (sembilan belas) wilayah kerja Kantor Wilayah BRI di seluruh Indonesia. Dalam rencana Bank BRI, jumlah tenaga pemasar ini akan ditingkatkan menjadi minimal 10.000 orang untuk mendukung pencapaian penyaluran KUR BRI yang lebih tinggi di tahun 2016. Apalagi pemerintah telah menyampaikan, bahwa target penyaluran KUR 2016 akan ditingkatkan menjadi sebesar Rp 100 Triliun.
Terkait penyediaan tenaga pemasar ini, Bank BRI melakukan inovasi atau terobosan yang menarik. “Kami merekrut tenaga pemasar baru yang berasal dari anak pedagang pasar di masing-masing daerah. Mereka kita jadikan ujung tombak bagi pemasaran KUR di lingkungan pasar di mana mereka biasa beraktivitas,” kata Hari Siaga.
Menurut Hari Siaga, inovasi perekrutan tenaga kerja dengan sumber daya anak pedagang pasar ini didasari pertimbangan bahwa mereka sangat memahami kondisi usaha dan kondisi psikologis para pedagang pasar, paham akan kebutuhan riil para pelaku ekonomi di pasar, dan merupakan putra daerah yang paham akan kultur atau budaya daerah yang bersangkutan.
“Keuntungan lain merekrut mereka adalah, mereka dan keluarganya bisa menjadi perekomendasi yang tepat atas permohonan para pedagang di pasar, karena mereka lebih lama mengenal karakter-karakter para pedagang pasar yang mengajukan permohonan kredit,” pungkas Hari Siaga.
Berita Terkait
-
UMKM Nelayan Makin Cuan Berkat Diversifikasi Hasil Laut, Pendapatan Tembus Rp68,45 Juta
-
Fenomena AI Slop: Mengapa Poster UMKM Makin Seragam dan Bikin Kita Bosan?
-
Mengapa Klasifikasi Ojol Sebagai UMKM Jadi Kunci Akses Modal Tanpa Jaminan?
-
Inovasi Fintech Berubah Jadi Gerakan Lari dan Pemberdayaan UMKM
-
Dukung UMKM, ShopeePay dan SPayLater Gelar Kompetisi Desain Batik "Corak Cerita Nusantara"
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Beda Rice Cooker dan Magic Com, Jangan sampai Salah Pilih untuk Masak Nasi
-
BRIN Kaji Panel Surya Generasi Baru untuk Dorong Kemandirian Energi Indonesia
-
Anggota Geng Motor di Deli Serdang Ditangkap Jual Sabu di Rel Kereta Api
-
Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump
-
Kapal dari Teluk Thailand Bawa 1,3 Ton Ketamine, Disembunyikan di Ruang Rahasia ABK
-
Jebakan Narsisme Kebudayaan: Mengapa Delegasi Mahasiswa Harus Berhenti Sekadar Jadi 'Performer'
-
JPPI Minta Evaluasi Buku Pelajaran Tak Dimanfaatkan untuk Kepentingan Bisnis
-
Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra
-
Kala Hati Mengajak Pulang: Perjalanan Nyoman Nadiana Membangun Desa Les
-
Takut Dibom Houthi, Kapal Tanker Arab Saudi Samarkan Rute Pelayaran ke Terusan Suez