Suara.com - Polemik terkait pemberantasan korupsi di Indonesia akhir-akhir ini, pegiat seni dan kelompok masyarakat sipil Purbalingga menggelar aksi mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dukungan tersebut dikemas dalam agenda bertajuk “KPK Rika Ora Dewekan” (KPK Kamu Tidak Sendirian).
Acara budaya berbentuk pemutaran film, pementasan musik akustik, baca puisi, orasi, dan sebagainya ini rencana digelar di Purbalingga City Park Usman Janatin Jalan Ahmad Yani Nomor 57 Purbalingga pada Sabtu (21/9/2019) pukul 19.30 WIB.
Koordinator acara Bowo Leksono mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap KPK untuk menjadi lembaga yang semakin kuat dan terus istikomah dalam pemberantasan sekaligus pencegahan korupsi di Indonesia.
“Isu ini memang tidak terasa di daerah kecil seperti Purbalingga. Namun kami menilai bahwa korupsi merupakan akar dari banyak persoalan di Indonesia yaitu kemiskinan dan ketidakadilan, karenanya kami akan terus menyuarakan dengan karya,” tutur Direktur Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga.
Polemik berawal dari revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) yang merupakan inisiatif DPR dan terburu-buru tanpa mengindahkan pendapat masyarakat, juga seleksi pimpinan KPK baru dan bermasalah yang terus berkembang hingga hari ini.
Tajuk “KPK Rika Ora Dewekan” juga pernah diusung CLC saat peristiwa penggerogotan dan pelemahan di tubuh lembaga antirasuah itu pada tahun 2015. Tahun ini, mereka kembali hadir bersuara lewat seni.
Peristiwa budaya ini disengkuyung bareng komunitas Gusdurian Purbalingga, beberapa kelompok band di Purbalingga seperti Limbah Industri, Komunitas Musik Padamara, dan Yogie and Friend, serta masyarakat sipil lainnya.
Bowo menambahkan, para seniman Purbalingga yang konsen terhadap pemberantasan korupsi akan selalu menolak segala bentuk pelemahan KPK. Dengan maraknya kasus korupsi dan mandulnya penanganan dari lembaga penegak hukum lain, KPK adalah satu-satunya lembaga yang bisa diharapkan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
“Harapannya masyarakat bisa turut bergabung dan menyadari bahaya besar jika KPK dilemahkan dan tidak terjebak dalam isu bias yang tidak relevan dengan upaya pemberantasan korupsi,” ujar Bowo.
Baca Juga: Rayakan Hari Film Nasional, CLC Buka Kisah Kelam Orba Lewat Film Pendek AMD
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan