Suara.com - Sampah masih menjadi permasalah lingkungan yang ada di sekitar masyarakat. Banyaknya sampah yang menumpuk memberikan dampak negatif, salah satunya banjir. Oleh karena itu, sampah menjadi persoalan yang dianggap serius oleh masyarakan dan pemerintah.
Permasalahan sampah ini juga dikhawatirkan oleh Pupuk Kaltim, yaitu perusahaan yang bergerak dalam memproduksi pupuk urea. Dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2021, perusahaan pupuk ini membuat program Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Program ini dibuat dengan tujuan memilah dan mengurangi volume sampah yang disalurkan ke TPA Bontang.
TPST ini juga merupakan pengembangan bank sampah yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang. Program ini sebenarnya telah berjalan sejak 2018, dan akan dilaksanakan hingga 2022 mendatang. VP CSR Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, mengatakan, program ini diharapkan menjadi tempat pengolahan sampah serta edukasi, terutama untuk masyarakat Bontang.
“Program ini memiliki tujuan utama sebagai tempat pengolahan sampah terpadu dan mampu menjadi wadah edukasi pengolahan sampah bagi masyarakat Bontang,” ujar VP CSR Pupuk Kaltim Anggono Wijaya.
Terdapat lima kelurahan dan satu kecamatan di Bontang yang difokuskan untuk pengembangan program TPST, antara lain Kelurahan Tanjung Laut, Tanjung Laut Indah, Gunung Elai, Api-api, Bontang Kuala dan Kecamatan Bontang Utara. Untuk sampah yang diolah dalam program ini yaitu sampah organik yang rencananya akan dibuak kompos, dan anorganik yang akan didaur ulang.
Di sisi lain, program ini juga dibuat dengan melakukan budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau lalat yang mampu mengurai sampah organik menjadi kompos. Setelah berjalan hingga akhir 2020, pengembangan BSF ini telah mengolah sebanyak 974.538 kilogram sampah sisa makanan dan menyalurkan 16,69 kilogram larva maggot.
Program ini diharapkan mampu mengurangi permasalahan sampah dan menjadi solusi untuk mencegah banyaknya penumpukan yang terjadi. Menurut Anggono, program ini juga sesuai dengan keinginan pemerintah yang menargetkan penurunan sampah di tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, dengan membuat program TPST, diharap mampu mengubah masyarakat dalam menangani masalah sampah yang ada di sekitanya.
“Apalagi Pemerintah secara nasional menargetkan adanya penurunan sampah hingga 30% pada 2025, maka perlu merubah mindset terhadap pengelolaan sampah, karena peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendukung hal tersebut,” pungkas Anggono. (Fajar Ramadhan)
Baca Juga: Gaya Hidup Zero Waste, Pentingnya Generasi Milenial Peduli Sampah
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Pencabulan Siswi
-
Today History 30 Juli, Final Piala Dunia Pertama Hingga Hari Lahir DN Aidit
-
Jujur, Kans Shin Tae-yong Loloskan Persija dari Fase Grup Piala Presiden 2026 Sulit
-
Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI dan Kemhan, Apa Kabar Perbaikan Nasib Guru?
-
Bedak OMG Tahan Berapa Lama? Ini 2 Pilihan Paling Awet Seharian Tanpa Touch Up
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Deddy Yevri Bantah Hina Jurnalis, Minta Penuduh Minta Maaf karena Fitnah
-
Jatim Media Summit 2026: Tak Cukup Jual Berita, Media Harus Bertransformasi ke Beyond Media
-
Setelah Lampung Viral, Warga Banyuasin Juga Patungan Hampir Rp1 Miliar Demi Jalan Rusak
-
KPK Amankan Rp 2,7 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang, Ada Uang di Rekening hingga Koper