Suara.com - Kondisi perekonomian yang terus bergerak dinamis sepanjang tahun ikut mempengaruhi perilaku berbelanja masyarakat, termasuk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Itu sebabnya, produk FMCG (fast-moving consumer goods) pun menghadapi tantangan baru untuk menjangkau konsumen.
TikTok, yang kian dipercaya brand untuk bantu meningkatkan bisnis, memberikan berbagai insight yang dapat dimanfaatkan oleh produk FMCG agar bisa lebih lincah atau agile dalam memasarkan produknya di ranah digital, sekaligus menghadirkan pengalaman belanja yang seru kepada konsumen.
Perilaku belanja masyarakat yang berpindah-pindah dari offline ke online dan sebaliknya, merupakan salah satu faktor yang mendorong pentingnya kapabilitas omnichannel bagi suatu brand FMCG.
Hal ini disorot dalam riset "Winning Omnichannel Asia: The Future of FMCG and Retail" dari Kantar Worldpanel.
"Selain pasar tradisional, warung, dan mini market, kini pelanggan juga mengandalkan platform online untuk mencari, menemukan, dan membeli produk. Oleh karena itu, brand perlu meningkatkan kehadirannya di kanal digital, baik untuk pemasaran maupun penjualan," kata Corina Fajriyani, Senior Marketing Manager, Kantar Worldpanel Division.
Salah satu contoh brand yang telah sukses mengoptimalkan platform digital untuk meningkatkan pertumbuhan bisnisnya adalah Nestlé. Semakin banyaknya pelanggan yang belanja kebutuhan sehari-hari secara online turut diperhatikan oleh brand yang telah membawahi berbagai produk seperti Milo dan Nescafe.
"Kebiasaan belanja kebutuhan groceries secara online baru meningkat selama pandemi ini. Dan kami menyadari bahwa untuk bisa terus dicari dan ditemukan oleh pelanggan, brand kami pun perlu memperkuat kehadiran secara digital, dan memberikan konten yang relevan sekaligus bermanfaat bagi pelanggan. Itulah yang mendasari kami untuk masuk ke TikTok, dimana kami bisa meningkatkan engagement dengan target konsumen melalui fitur Top View Ads di TikTok," kata Jeni Sulianti, Media Manager, Nestlé.
Cara masyarakat mengonsumsi dan berbelanja produk sehari-hari ini juga terlihat di platform TikTok. Konten-konten otentik terkait produk FMCG, seperti produk kecantikan dan skincare yang baru dibeli, life hack untuk kebutuhan rumah tangga, eksperimen masak di rumah, hingga berburu produk viral di minimarket, semakin meramaikan platform ini berkat kreativitas para kreator.
Berdasarkan Data Internal TikTok (Juli 2020 - Juli 2021), views untuk konten seputar kecantikan dan perawatan diri meningkat 4 kali lipat sepanjang tahun 2020-2021, sementara views untuk konten makanan dan minuman juga meningkat 5 kali lipat di periode yang sama.
Baca Juga: Jemput Pacar yang Kehujanan, Viral Pria Totalitas sampai Bawa Payung Segede Gaban
Dari hasil survei TikTok Insight for FMCG terhadap ratusan pengguna di Indonesia sepanjang tahun, ketertarikan mereka terhadap produk FMCG juga sangat besar, dengan 45% pengguna tertarik pada produk kecantikan dan kosmetik, sementara 71% pengguna suka melihat produk makanan dan minuman.
Konten FMCG yang pengguna konsumsi bukan hanya sebagai sumber inspirasi, tapi juga mengarahkan ke pembelian. Sebanyak 92% responden melakukan pembelian secara online dalam satu bulan terakhir, yang memperlihatkan bahwa pengguna TikTok sudah terbiasa dengan berbelanja langsung secara online setelah mereka menemukan produk yang dicari.
"TikTok adalah tempat di mana brand dan konsumennya dapat terhubung secara langsung dan serta unik melalui cara yang otentik. Konsep Shoppertainment di dalam TikTok memberikan kesempatan bagi para brand untuk dapat menyajikan konten yang menghibur, inspiratif, dan mendorong perilaku belanja," kata Sitaresti Astarini, Head of Business Marketing, TikTok Indonesia.
Berbagai solusi periklanan dan pemasaran hadir di TikTok untuk memungkinkan brand menjangkau audiens yang tepat sesuai dengan objektif kampanye yang ingin dicapai. Mulai dari In-feed Ads yang memungkinkan konten iklan muncul secara native di For You Page, Branded Hashtag Challenge, Branded Effects, Live Shopping, dan TikTok Shopping yang memudahkan brand memasarkan produk-produknya secara kreatif dan dinamis langsung di dalam TikTok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Rio Fahmi Yakin Persija Berkembang Usai Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026
-
Tito Mohon-mohon ke Purbaya Minta Cairkan Tambahan Anggaran Rp 6 T buat Pemulihan Sumatra
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Industri Kreatif Bergeser, Strategi Kampanye Tak Lagi Cukup
-
Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI
-
RI Lobi AS Agar Sawit Bebas Tarif Section 301, Airlangga: Kami Minta Dikecualikan
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?