Suara.com - Terlalu banyak bentuk penipuan atau hoaks yang merugikan masyarakat, termasuk pada generasi muda. Jenis penipuan atau Hoaks di media sosial beragam macamnya, jumlah korban pun bertambah setiap harinya tanpa pandang umur.
Untuk mencegah hal tersebut sekaligus mengedukasi masyarakat, Kominfo memberikan pelatihan lewat webinar kepada generasi muda Maluku-Papua tentang bagaimana cara “Lawan Hoaks di Media Sosial”, Jumat (22/7/2022).
Webinar yang berlangsung kurang lebih 120 menit ini, dihadiri oleh Idfi Pancani sebagai moderator, serta menghadirkan berbagai narasumber seperti Nur Rahma Yunita (kepala Program Studi Teknik Elektro STTI dan Praktisi Pendidikan), Astried Kirana (Managing Director PT Astrindo Sentosa Kusuma), dan Vizza Dara (Public Figure).
Tidak hanya hoaks, maraknya juga konten-konten yang dibuat menyalahi aturan, tidak adanya batas privasi, melanggar hak cipta dan karya intelektual, serta menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat.
Dengan adanya program pelatihan ini Kominfo ingin generasi muda Indonesia semakin cakap digital, sehingga konten-konten yang dihasilkan lebih taat peraturan dan sesuai dengan norma yang berlaku. Sesuai dengan materi yang diberikan oleh para narasumber dari sudut pandang Etika, Keamanan, & Budaya di media digital.
Nur Rahma Yunita, memaparkan bahwa individu yang cakap bermedia digital, dinilai mampu mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan lunak dalam lanskap digital, mesin pencarian informasi, aplikasi percakapan dan media sosial, serta aplikasi dompet digital, lokapasar, dan transaksi digital.
Astried Kirana menambahkan bahwa Internet dan dunia digital adalah ranah kehidupan masyarakat saat ini, yang berisi tentang sosial, pendidikan, berita, keuangan, usaha, komunikasi, bekerja, berkarya, belanja, dan hiburan.
“Maraknya berita miring dan palsu tersebar bebas di media digital, cukup meresahkan masyarakat dari beragam lapisan. Anak-anak, remaja, bahkan dewasa dan orang tua. Dampaknya bukan hanya timbul asumsi miring namun juga tindakan negatif dari masyarakat yang terpapar,” ungkapnya.
Baca Juga: Self Reward for Self Love Lewat Mengurangi Bermedia Sosial
Berita Terkait
-
Sebut Sajadah di Masjid Ini Tak Pernah Dicuci, Ending Videonya Bikin Tepok Jidat
-
Aksi Pungli di Jalan Bikin Pemobil Geram, Bermodalkan Momen Truk Mogok dan Buka Tutup Jalan
-
Aksi Santuy Polisi Razia Pemotor Tak Gunakan Helm, Dibentak-bentak Tetap Sabar Tanpa Emosi
-
Jejak Digital Abadi, Jangan Asal Komentar di Media Sosial
-
24 Startup Mengikuti Program HUB.ID Accelerator 2022
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence