Suara.com - Fonterra Indonesia belum lama ini menerima Penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin), karena telah memenuhi serangkaian persyaratan dan insentif keberlanjutan untuk membantu Indonesia menurunkan emisi karbonnya hingga 29 persen pada 2030.
Koperasi susu asal Selandia Baru yang memayungi beberapa brand produk susu tersebut berkomitmen untuk memproduksi nutrisi susu dengan cara peduli akan manusia, hewan, lingkungan dan masyarakat, serta baru saja mencapai penilaian tertinggi level 5 dari Kemenperin setelah evaluasi produksi, limbah, emisi, dan manajemen perusahaan di seluruh operasi manufakturnya di Indonesia.
Program Industri Hijau Indonesia sendiri dimaksudkan untuk mendukung pemerintah Republik Indonesia dalam transformasinya menuju pembangunan industri yang berkelanjutan, menyelaraskan pertumbuhan industri dengan kelestarian lingkungan untuk kepentingan masyarakat secara luas dan ibu pertiwi.
Dikutip dalam keterangan resminya, Herman Supriadi, Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, menyatakan bahwa berdasarkan data perusahaan industri peserta Penghargaan Industri Hijau tahun 2022, apabila seluruh industri besar dan menengah di Indonesia menerapkan prinsip industri hijau, diperkirakan potensi penghematan energi mencapai 30.921 Terajoule (TJ) atau setara dengan Rp9,8 Triliun.
Selain itu, potensi transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 316.519 TJ, yang diperoleh melalui penggunaan panel surya, biomass, juga pemanfaatan limbah sebagai substitusi bahan bakar.
"Sementara itu, potensi penghematan air mencapai 8.335 juta meter kubik, setara dengan Rp20 Triliun yang diperoleh melalui upaya efisiensi air dan penggunaan air daur ulang dalam proses produksi," terang Supriadi.
M. Ali Nasution, Operations Director Fonterra Brands Indonesia mengatakan Fonterra merasa sangat terhormat akan diakuinya proses manufaktur mereka yang berkelanjutan.
"Menjadi pemimpin dalam keberlanjutan adalah salah satu pilihan strategis yang telah kami buat selagi kami mempersiapkan target 2030 kami, dan sistem berbasis padang rumput Selandia Baru telah membantu kami memberikan nutrisi produk susu rendah karbon untuk dunia," katanya.
Ali Nasution menambahkan sebagai koperasi susu global, pihaknya berkomitmen untuk memimpin transisi ke emisi GRK nol bersih untuk nutrisi susu, mengadopsi dan berinvestasi dalam praktik untuk memperbaiki lahan dan air, mengurangi limbah, dan melindungi kesejahteraan hewan.
Pada 2020, Fonterra Indonesia mengimplementasikan sistem tenaga surya pertama untuk Fonterra di Asia Tenggara di fasilitas manufakturnya di Cikarang.
Baca Juga: Naik Kelas, Miras Lokal Cap Tikus Resmi Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
“Dengan mengutilisasi energi panas dari matahari, sistem ini menggerakkan antara 15 hingga 25 persen kebutuhan energi fasilitas manufaktur tersebut dan telah mengurangi emisi CO2 fasilitas manufaktur tersebut hingga lebih dari 424 metrik ton per tahun,” lanjut Nasution.
Plant Manager Fonterra Brands Indonesia, Mohammad Aslam mengatakan bahwa menjaga dan meregenerasi lingkungan di komunitas Fonterra bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan sendiri, namun dibutuhkan upaya kolaboratif.
“Tahun ini, bahkan dengan adanya tantangan besar pandemi COVID-19, kami terus berusaha mengurangi jejak karbon di pabrik kami," jelasnya.
“Kami telah berhasil mencapai target 30% lebih pengurangan emisi karbon melalui pemasangan solar panel dan penggunaan lampu LED, dan kami juga telah mencapai 30% lebih pengurangan penggunaan air melalui pemanfaatan air hujan (rainwater harvesting) di pabrik kami.”
Berita Terkait
-
Perjuangan Rajiv, Sahabat Raffi Ahmad Bangun Bisnis Tambang Hingga Jadi Petinggi Klub Bola
-
Bisnis Online Tengah Menggeliat, PT Cerise Berikan Solusi Cara Membuat Website Kamu Lebih Menarik
-
Profil Dhena Devanka: Penghasilan, Bisnis, dan Hoax Pernikahan Siri dengan Anies
-
Menelusuri Bisnis dan Kekayaan Ridwan Kamil, Arsitek Handal yang Kini Jadi Politisi
-
Diam-diam Punya Banyak Bisnis, Ini 9 Sumber Kekayaan Ussy Sulistiawaty
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence