Suara.com - Dalam rangka kampanye Gerakan Nasional Literasi Digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan Workshop Literasi Digital, Selasa, (4/5/2023), di Jawa Barat.
Tema yang diangkat adalah “Bersaing dengan Kecerdasan Buatan di Masa Depan” dengan menghadirkan narasumber Wakil Ketua Relawan TIK Kabupaten Karawang Nurlana Sanjaya; dosen senior Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik FISIP Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Bevaola Kusumasari; dan Sekretaris Yayasan Pendidikan Cendekia Utama Meithiana Indrasari.
Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 disebutkan bahwa Indonesia masih berada dalam kategori “sedang” dengan angka 3.49 dari 5,00. Dalam merespons hal tersebut, Kemenkominfo menyelenggarakan “Workshop Literasi Digital” dengan materi yang didasarkan pada empat pilar utama literasi digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate yang memberikan sambutan secara daring menyampaikan bahwa selain membangun infrastruktur digital, pusat-pusat data, dan telekomunikasi di seluruh Indonesia. Kemenkominfo juga secara langsung mengadakan sekolah vokasi untuk menghasilkan tenaga kerja yang bertalenta digital.
"Kemenkominfo menyiapkan program-program pelatihan digital pada tiga level, yaitu Digital Leadership Academy yang merupakan program sekolah vokasi dan pelatihan yang diikuti oleh 200-300 orang per tahun bekerja sama dengan delapan universitas ternama di dunia. Digital Talent Scholarship sebagai program beasiswa bagi anak muda yang ingin meningkatkan kemampuan dan bakat digital. Dan yang terakhir Workshop Literasi Digital yang dapat diikuti secara gratis bagi seluruh masyarakat di Indonesia,” tutur Johnny.
Mengenai kecerdasan buatan, menurut Nurlana Sanjaya dalam paparannya, adalah bidang ilmu komputer yang berfokus pada pengembangan teknologi dan algoritma yang dapat memberikan kemampuan, seperti belajar, merencanakan, memproses data, dan melaksanakan tugas. Tujuan utama dari kecerdasan buatan adalah untuk membuat mesin yang dapat berpikir dan bertindak seperti manusia, serta membantu manusia dalam menyelesaikan berbagai masalah atau tugas.
“Kecerdasan buatan memiliki sejumlah kelebihan, seperti meningkatkan efisiensi dan produktivitas; memberi solusi atas masalah yang kompleks; dan membantu mengambil keputusan secara cepat dan tepat,” katanya.
Namun, lanjut Nurlana, kecerdasan buatan juga memiliki sejumlah kelemahan, yaitu ada potensi risiko sejumlah pekerjaan hilang tergantikan oleh teknologi ini; ada risiko penggunaan data pribadi yang tak terkontrol; serta risiko penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk hal-hal yang buruk. Pasalnya, teknologi ini tidak memiliki emosi (empati) layaknya manusia.
Meithiana Indrasari menambahkan, meskipun ada ancaman yang ditimbulkan oleh kecerdasan buatan, teknologi ini juga banyak membawa manfaat bagi umat manusia. Kecerdasan buatan dapat mempercepat inovasi di berbagai bidang, terutama di bidang kesehatan dan energi terbarukan.
Baca Juga: Kemenkominfo Kenalkan Anak-anak Maluku Tengah tentang Fitur dan Standar Komunitas di Media Sosial
Apalagi, kecerdasan buatan membantu manusia mempercepat pengambilan keputusan dan tingkat akurasi tinggi. Dalam bidang pendidikan, kecerdasan buatan juga dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran.
“Dengan begitu luas dampaknya bagi kehidupan manusia, penggunaan kecerdasan buatan butuh pengaturan yang tepat, termasuk dalam hal pengembangannya. Selain itu, diperlukan penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab dan beretika, serta pelatihan kepada masyarakat agar bisa bersaing dengan teknologi ini,” ucapnya.
Workshop Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo Facebook Page dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo.
Berita Terkait
-
Baru 13,7 Juta UMKM Manfaatkan Keuangan Digital
-
Erick Thohir Dorong Literasi Digital Generasi Muda di Kota Bogor
-
Jangan Anggap Sepele, Ini Pentingnya Milenial Meningkatkan Literasi Keuangan
-
Bicara Soal Literasi Digital, Arief Rama: Ramadan jadi Momentum yang Tepat...
-
Kemenkominfo Memberikan Pelatihan pada Anak-Anak Maluku Tengah Pentingnya Memeriksa Fakta Sederhana di Media Digital
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Kabar Norman Joesoef Masuk Kabinet, DPR Siap Kerja Sama dengan Wamenhan Pilihan Prabowo
-
Penantian 1 Tahun Berbuah Manis, Jurnal Al-Daulah UIN Alauddin Tembus Scopus
-
AIESEC in UI Hadirkan Global Village Summer 2026, Kenalkan Keberagaman dan Peduli Lingkungan
-
5 Rekomendasi Bedak untuk Wanita Usia 40 Tahun ke Atas yang Tidak Memperjelas Kerutan sesuai Review
-
Salah Alamat, Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Pindah Praperadilan ke PN Jakpus, Digelar 12 Agustus
-
Apa Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Mengukur Tekanan Darah? Ini 3 Pilihan Mulai Rp2 Jutaan
-
45 Persen Konsumsi Nasional Dikuasai 20 Persen Orang Kaya, Sisanya Tetap Hidup Miskin
-
Jangan Cuma Mengeluh, GSI Dorong Generasi Muda Jadi Solusi bagi Daerah
-
Marc Marquez Waspadai Tantangan Besar di GP Inggris 2026, Ini Penyebabnya
-
Penembakan Brutal Sekolah Nonthaburi Thailand, 7 Orang Tewas