Jabar - Pemerintah Daerah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menargetkan pendapatan daerah pada Perubahan APBD tahun 2022 naik menjadi 1,78 persen yang semula Rp31,54 triliun menjadi Rp32,10 triliun atau naik Rp559,89 miliar.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Jabar dalam agenda nota pengantar Gubernur terkait Raperda Perubahan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2022, di Ruang Sidang DPRD Jabar, pada Senin (19/9/2022).
"Pendapatan daerah pada APBD Perubahan tahuhn 2022 bertambah menjadi Rp559,89 miliar atau naik 1,78 persen" kata Ridwan Kamil.
Seiring kenaikan penerimaan daerah tersebut, maka belanja daerah pada APBD Perubahan tahun 2022 pun ikut naik 7,79 persen, yang semula dianggarkan Rp31,5 triliun menjadi Rp33,98 triliun.
Dengan demikian, ada selisih kekurangan antara perubahan pendapatan daerah dengan belanja daerah, yaitu defisit Rp1,88 triliun yang harus ditutupi dengan anggaran pembiayaan netto.
Ridwan Kamil menjelaskna tentang penerimaan pembiayaan pada Perubahan APBD tahun 2022 yang diproyeksikan naik sebesar Rp1,92 triliun, attau dari semula sebesar Rp742,37 miliar menjadi Rp2,66 triliun.
"Penambahan tersebut seluruhnya bersumber dari sisa kelebihan perhitungan anggaran tahun sebelumnya hasil dari audit BPK," ungkap Ridwan Kamil.
"Kenaikan tersebut untuk memenuhi kebutuhan dana cadangan pada Pilgub 2024 dan penambahan alokasi modal kerja kepada BUMD," jelas Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil berharap, Raperda Perubahan APBD tersebut bisa segera dibahas lebih lanjut dan juga disepakati bersama paling lambat pada akhir September ini sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Ridwan Kamil Nilai Sistem Pembagian BLT BBM di Bekasi Sudah Canggih
Kemudian sebelum disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda), Nota Pengantar tersebut akan dibahas terlebih dahulu oleh semua fraksi di DPRD Jabar dalam waktu dekat.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan
-
Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron
-
Kenapa John Herdman Tak Berada di Bench Timnas Indonesia? Disamakan dengan Luis Enrique
-
Napi Pekanbaru Kabur Dikejar ke Jakarta, Isu Iming-imingi Petugas Rp30 Juta Mencuat
-
Profil Mitchell Baker Bomber Keturunan Semarang-Yogya Harapan Baru Timnas Indonesia
-
BGN Siapkan Sistem Digital, Orang Tua Bisa Pantau Menu MBG
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?