/
Kamis, 20 Oktober 2022 | 12:32 WIB
Ilustrasi penyebab gagal ginjal akut yang dialami sejumlah anak-anak. (Istimewa)

PURWASUKA - Sebanyak tiga zat kimia disinyalir menjadi penyebab penyakit gagal ginjal akut yang menyerang sejumlah anak di Indonesia. Ketiga zat kimia itu yakni ethylene glycol, diethylene glycol, dan ethylene glycol butyl ether.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ketiga zat kimia berbahaya itu ditemukan pada obat sirop yang dikonsumsi pasien anak.

Menurutnya, ketiga zat kimia tersebut seharusnya tidak ada dalam obat-obat sirop. Namun bila pun ada, kadarnya harus sangat sedikit karena berbahaya.

Zat-zat kimia tersebut bisa muncul bila polyethylene glycol, yang batas toleransi ditentukan, digunakan sebagai penambah kelarutan dalam obat-obatan berbentuk sirop.

Menurut Farmakope Indonesia, EG dan DEG tidak digunakan dalam formulasi obat, tapi dimungkinkan keberadaannya dalam bentuk kontaminan pada bahan tambahan sediaan sirup dengan nilai toleransi 0,1 persen pada gliserin dan propilen glikol serta 0,25 persen pada polyethylene glycol.

Kementerian Kesehatan sudah melarang sementara penjualan dan penggunaan obat bebas dan atau bebas terbatas dalam bentuk sirop dalam upaya menekan faktor risiko gagal ginjal akut.

Kementerian Kesehatan juga menginstruksikan tenaga kesehatan menghentikan sementara peresepan obat-obatan berbentuk sirop yang diduga terkontaminasi EG dan DEG.

"Sambil menunggu BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) memfinalisasi hasil penelitian kuantitatif mereka, Kemenkes mengambil posisi konservatif dengan sementara melarang penggunaan obat-obatan sirop," kata Menteri Kesehatan melansir dari Antara.

Warga yang anaknya memerlukan obat berbentuk sirop yang tidak bisa diganti dengan sediaan obat yang lain seperti obat anti-epilepsi disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau konsultan anak.

Baca Juga: Denmark Open 2022: Kalah, Anthony Ginting Terhenti di Babak 32 Besar

Load More