PURWASUKA - Seorang ayah di Kabupaten Subang terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah menyiksa anak tirinya hingga korban meninggal dunia. Usai menyiksa anak tirinya tersebut, pelaku bernama Hermawan Susanto (30) melarikan diri alias kabur.
Korban Mohamad Fais Alviano berusia 18 bulan meninggal dunia karena luka pukulan dan dibekap oleh pelaku di sebuah rumah kontrakan di Dusun Lebak Jaya Desa Sukamaju, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang.
Akibat perlakuan bejat pelaku, korban kemudian mengalami susah bernafas hingga akhirnya meregang nyawa.
Peristiwa nahas yang menimpa korban ini terjadi, bermula saat pelaklu pelaku menyuruh istirnya atau ibu korban yang bernama Yeyen Listiawati (30) membeli cat rambut ke warung sekitar.
Namun sekembalinya membeli cat rambut, ibu korban terjekut melihat anaknya yang masih 18 bulan itu dalam keadaan lemas terbaring di kasur.
Setelah ditanyakan kepada pelaku, jawaban ganjal diterima oleh ibu korban. Bahkan, kata ibu korban pelaku menyebutkan bahwa anaknya buang air besar di kasur.
“Anak kamu itu Buang air Besar dikasur, bersihkan sana, saya mau telpon ibu saya yang ada di Arab,” katanya.
Pelaku kemudian keluar rumah dengan mengendarai motor hingga tidak kembali. Lalu, korban dibawa ibunya ke bidan desa setempat untuk dicek keadaannya.
Kata bidan, korban sudah tidak bernyawa atau meninggal dunia. Yeyen kemudian membawa korban ke Rumah sakit PMC Pamanukan.
Baca Juga: Mengenal Glaukoma, Penyakit yang Diderita oleh Aminah Cendrakasih
Sementara itu, Kepala unit Reskrim Polsek Pamanukan IPDA Tono Hendramotko menerangkan, pihaknya saat ini tengah mengejar pelaku setelah mendapatkan laporan dari ibu korban.
Ditambahkannya, pelaku dan ibu korban baru menikah selama tiga bulan. Lalu menempati kontrakan tersebut 5 hari yang lalu.
“Kami sedang mengejar pelaku,” katanya mengutip dari pasundan.jabarekspres.com.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Bye Komedo hingga Bruntusan! Ini 4 Clay Mask Kandungan Glycolic Acid
-
Kasus Pelecehan Guru SLB di Jogja Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Terlapor
-
KPK Telusuri Pola Fee Proyek PUPR Madiun, Maidi Diduga Terima Imbalan hingga 10 Persen
-
Menemukan Ketenangan dalam Islam Usai Pensiun, Cerita Bek Nyentrik Abel Xavier yang Mualaf
-
532 Ribu Tiket Kereta Lebaran Ludes Terjual, KAI Daop 1 Ingatkan Sisa Kursi Menipis
-
Bongkar Sindikat SMS Blast e-Tilang Palsu, Bareskrim: Dikendalikan WN China
-
Ikhlas yang Sunyi
-
PDIP Soroti "Rasa Keadilan" Dunia Pendidikan: Pegawai MBG Jadi PPPK, Guru-Dosen Masih Terabaikan
-
5 Fakta Kasus Satpam Perkosa Siswi SMP di Tuban: Kenalan Lewat Telegram, Disetubuhi di Kos!
-
Hantam Jalan Berlubang di Tanjung Priok, Pengendara Motor Tewas Terserempet Truk