/
Selasa, 23 Agustus 2022 | 18:45 WIB
Warga Merauke meninggal dunia karena ditembak tentara Papua Nugini, Selasa (23/8/2022). (Foto: Antara.)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Terjadi peristiwa penembakan yang diduga dilakukan tentara Papua Nugini (PNGDF) terhadap kapal nelayan asal Merauke hingga menghilangkan nyawa seorang anak buah kapal (ABK). Diduga, nelayan Indonesia tersebut memasuki wilayah Papua Nugini. 

Duta Besar RI untuk Papua Nugini (PNG) Andriana Supandi menyesalkan terkait penembakan hingga meninggal dunianya warga Indonesia tersebut. 

"Kami sangat menyesalkan terjadinya insiden penembakan yang menewaskan seorang ABK kapal nelayan," ujarnya dikutip ANTARA di Jayapura, Selasa (23/8/2022).

Setelah mendapat informasi tentang insiden penembakan tersebut, Andriana kemudian berkoordinasi dengan Konsulat RI di Vanimo, Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Papua serta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

Andriana menjelaskan, Kedutaan Besar RI (KBRI) di Port Moresby sudah meminta tanggapan otoritas PNG terkait peristiwa yang menewaskan seorang warga negara Indonesia (WNI).

"Kami masih menunggu tanggapan dari otoritas terkait PNG, karena selain melakukan penembakan, aparat keamanan juga menangkap dan menahan dua kapal nelayan Indonesia," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Papua Suzana Wanggai memberi info terkait adanya laporan penembakan terhadap kapal nelayan asal Merauke, Senin (22/8), oleh aparat keamanan PNG.

"Memang benar ada penembakan terhadap kapal nelayan yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan PNG hingga menyebabkan seorang ABK meninggal," ujarnya. (Arif KF)

Baca Juga: Gegara Isu Konsorsium 303 Kaisar Sambo, Kabar Sponsor Judi Online Ramai di Liga 1 Indonesia

Load More