/
Selasa, 24 Januari 2023 | 20:07 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan kepada awak media. ((Foto. Presidenri.go.id))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Polemik wacana kenaikan biaya haji tahun ini menjadi perbincangan yang menyita atensi masyarakat. Hal tersebutlah yang membuat Presidan Joko Widodo angkat bicara menanggapi hal itu.

Presiden Joko Widodo mengatakan biaya haji tahun 2023 masih dalam tahap pembahasan antara Pemerintah melalui Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR RI.

Presiden meminta Umat Muslim yang akan berangkat ke Tanah Suci Makkah sabar menunggu hasil keputusan. Ia berharap, masyarakat tidak perlu bereaksi berlebihan atas usulan biaya haji yang disampaikan Kementerian Agama.

Menurutnya, biaya yang mengemuka ke publik sekarang masih bisa berubah sesudah proses kalkulasi dan pembahasan bersama.

“Biaya haji masih dalam proses kajian, dalam proses kalkulasi, belum final. Belum final tapi sudah ramai,” ujarnya di sela kegiatan meninjau proyek sodetan Kali Ciliwung dikutip laman presidenri.go.id. Selasa, (24/01/2023).

Sebelumnya, Yaqut Cholil Qoumas Menteri Agama mengusulkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1444 Hijriah/2023 Masehi sekitar Rp 69,2 juta per jemaah.

Usulan itu disampaikan Yaqut dalam Rapat Kerja membahas agenda persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023 bersama Komisi VIII DPR RI, Kamis (19/1/2023), di Jakarta.

Sekadar informasi, BPIH tahun 2022 lalu ditetapkan Rp81,7 juta per jemaah. Tapi, biaya yang ditanggung calon jemaah haji cuma Rp39,8 juta per jemaah.

Sisanya dibebankan kepada alokasi virtual account milik para calon jemaah haji tahun 2020 yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Baca Juga: Raih Tiga Kali Kemenangan, Persebaya Surabaya Siap Bersaing di Papan Atas Klasemen Liga

Nominal tersebut ditetapkan sesudah melalui kajian dan pembahasan dalam serangkaian rapat kerja antara pihak Pemerintah dengan DPR.***

Load More