Ranah.co.id - Kuasa hukum korban robot trading Net89, M Zainul Arifin mengatakan bahwa pihaknya mengajukan surat pencekalan terhadap 134 terlapor dan lima publik figur yang diduga menerima aliran dana kegiatan tersebut ke Bareskrim Polri.
Mereka-mereka tersebut di antaranya adalah, Kevin Aprilio, Atta Halilintar, Adri Nidji, Mario Teguh, hingga Taqi Malik.
"Kami menyampaikan surat ke Kapolri dan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus untuk para terlapor dicekal ke luar negeri, termasuk lima publik figur itu," ucap Zainul dikutip dari Suara.com, Selasa (15/11/2022).
Menurut Zainul Arifin, diajukannya surat pencekalan tersebut ke Bareskrim karena para korban sangat geram karena Atta Halilintar masih bisa pergi ke luar negeri padahal sudah dilaporkan ke Bareskrim.
"Kemarin Atta kan sempat ke luar negeri. Itu membuat kami bertanya-tanya, sebenarnya seperti apa penegakan hukum di Mabes Polri?" tuturnya.
Dalam keterangannya terang Zainul, Atta mengaku menerima uang hasil lelang bandana dari Reza Paten yang telah menjadi tersangka kasus robot trading Net89. Korban robot trading Net89 juga berharap surat pencekalan agar bisa ditanggapi oleh penyidik Bareskrim Polri.
"Dengan dia menjual bandana dengan nilai yang tidak rasional dan menerima uang tunai, patut diduga kan itu dari hasil yang tidak wajar. Mudah-mudahan ini di proses," ujarnya.
Diketahui sebelumnya, korban robot trading Net89 melaporkan kasus ini pada 26 Oktober 2022 yang lalu ke Bareskrim Polri.
Atta sendiri juga telah memberikan klarifikasi melalui platform Instagram bahwa dirinya tidak ikut serta dalam kegiatan robot trading Net89. Ia juga sudah memberikan keterangan pada 7 November 2022 ke Bareskrim Polri.
Baca Juga: Nama Anak Pertama Aditya Zoni Diambil dari 3 Negara
Bandana yang dilelang tersebut sudah disita oleh tim penyidik Bareskrim Polri. Namun, uang hasil lelang belum diserahkan oleh Atta ke tim penyidik. (Ari Julian Pratama/Mg2)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
Terkini
-
Kepala Imigrasi Denpasar Diperiksa KPK Terkait Skandal Pemerasan Izin WNA
-
Misterius, Seksi, dan Berbahaya: Pesona Patch dalam Hush, Hush
-
Emiten Bekasi Fajar (BEST) Siapkan Kota AI untuk Kejar Investor
-
Di Depan Ramos Horta, Megawati Cerita Jadi Korban Rekayasa AI: Saya Kaget
-
Weton Tibo Pati Artinya Apa dan Cara Mengatasinya Menurut Primbon
-
Huawei MateBook Pro S Resmi Hadir, Laptop 798 Gram dengan Layar OLED 3,1K
-
Tumbang setelah 10 Jam Menunggu, Sidang dr Richard Lee Harus Ditunda
-
Panduan Parkir Paralel Mobil Hybrid Toyota Agar Aman dan Mudah Didorong
-
Sifat dan Karakter Shio Babi Pria dan Wanita, Lengkap dengan Kelebihan serta Kekurangannya
-
Sengaja atau Tak Peka? Mengapa Prabowo Baru ke NTT di Hari ke-11 Setelah Gempa?