Selebtek.suara.com - Putra Siregar kembali mendapatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kurban terbanyak. Tahun ini ia menyiapkan 2000 ekor hewan kurban untuk dibagikan ke seluruh Indonesia.
Tahun ini merupakan ketiga kalinya Putra Siregar masuk catatan rekor MURI dalam jumlah penyembelihan hewan kurban. Ia memulai kebiasaan itu pada 2020 dengan jumlah yang semakin bertambah tiap tahun.
"Tahun 2020 itu 404 ekor, tahun 2021 ada 1100 ekor, dan sekarang 2000 ekor," ujar perwakilan MURI Triyono di kawasan Condet, Jakarta, Senin (11/7/2022), sebagaimana dilansir Suara.com.
MURI berharap aksi Putra Siregar bisa jadi contoh bagi sesama umat Muslim dalam hal berkurban.
"Ini dapat menjadi contoh bagi kita semua agar senantiasa berbagi dan bermanfaat bagi masyarakat," kata Triyono.
Menurut Triyono, sampai saat ini, belum ada pihak mana pun yang berusaha menyamai rekor Putra Siregar untuk menyembeih hewan kurban dalam jumlah besar.
"Jadi ini dipelopori bang Putra dan selalu dipertahankan bang Putra," ucap Triyono.
Status sebagai tahanan Polres Metro Jakarta Selatan tidak membuat kebiasaan berbagi Putra Siregar mengendur.
Ia meminta sang istri Septia Yetri Opani menyiapkan 2000 hewan kurban untuk dibagikan di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Merasa Difitnah, Azriel Hermansyah Tantang Balik
"Tahun ini alhamdulillah, kami berhasil membagikan 2000 hewan kurban. Kambingnya ada sekitar 1.900, sapinya 120-an," kata Septia Yetri Opani di kawasan Condet, Jakarta, Senin (11/7/2022).
Septia menuturkan, Putra Siregar awalnya menyiapkan 1.777 hewan kurban untuk disembelih. Namun atas keinginan sang pengusaha, jumlah hewan kurban akhirnya ditambah.
"Pertama itu kami dapat 1777 hewan kurban, cuma karena mungkin hati bang Putra pengin lebih lapang, jadi tambah lagi kurbannya. Makanya kami sampai di 2000," papar Septia.
Daging hasil penyembelihan 2000 ekor hewan kurban dibagikan Putra Siregar di seluruh Indonesia.
"Pembagian dari Sabang sampai Merauke. Itu ke masjid-masjid seluruh pelosok Indonesia. Kan kami PS Store sudah ada di seluruh Indonesia, di Papua juga ada. Jadi sudah tersebar di mana-mana," kata Septia Yetri Opani.
Lewat kegiatan tersebut, Septia Yetri Opani berharap Putra Siregar mendapat berkah luar biasa. Khususnya dalam urusan hukum, di mana sang suami saat ini tengah menjalani sidang atas dugaan pengeroyokan.
"Semoga Allah bisa bantu dia, cepat bisa berkumpul dan bisa beraktivitas kembali," ujar Septia.(*)
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Sepatu Heiden Heritage Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula dan Pelari Pro
-
Dulu Lokal, Sekarang UMKM Tenun Ini Sukses Tembus Pasar Ekspor via Program BRI
-
Furious Mengkritik Sistem yang Sering Gagal Melindungi Korban Kekerasan
-
Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG
-
Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut
-
Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu
-
Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
-
BTN Siap Perkuat Kemitraan Strategis, Dukung Maluku Utara Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional
-
6 Rekomendasi HP 5G Murah di Bawah Rp 4 Juta, Gaming dan Multitasking Lancar
-
Sosiolog UGM: Aksi Main Hakim Sendiri Cermin Brutalitas Elite dan Krisis Hukum