Selebtek.suara.com - Tidak ada yang ingin membesarkan anak-anak yang malas, bukan? Ini buruk bagi keharmonisan rumah tangga dan buruk bagi diri mereka sendiri ketika mereka mencapai usia dewasa.
Kemalasan menghalangi kita untuk menjangkau banyak tempat. Dan itu adalah alasan yang sia-sia untuk tidak mengejar tujuan kita.
Di Jepang, semua orang tahu, disiplin adalah kunci penting. Anak-anak Jepang diajarkan sejak usia dini untuk memiliki tanggung jawab dan melaksanakannya tanpa terkecuali.
Jadi hari ini kami akan memberi Anda beberapa tips ala orang tua Jepang agar Anda tidak membesarkan anak yang malas, seperti yang dikutip dari educadoreslive.com
Rutinitas dan kebiasaan disiplin orang Jepang
Ini terkait dengan penyelesaian tugas dalam jadwal dan waktu yang ditetapkan. Tugas dipilih dan diberikan oleh orang tua mereka. Misalnya, anak-anak Jepang didorong untuk merapikan tempat tidur mereka, membuang sampah, membantu membersihkan rumah dan proyek lainnya yang sesuai usia.Di antara kegiatan sehari-hari lainnya, tugas tersebut dilakukan pada waktu yang sama dan untuk jangka waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Kunci untuk menjadikan pekerjaan rumah sebagai kebiasaan bagi anak-anak Jepang adalah konsistensi dan tanggung jawab.
Jelaskan mengapa pekerjaan rumah itu penting
Orang tua tidak hanya menetapkan tugas dan kewajiban untuk anak-anak mereka, tetapi juga menjelaskan mengapa memenuhinya itu penting dan sangat berharga. Misalnya menyapu untuk menjaga kebersihan dan ketertiban rumah, membuang sampah untuk menghindari penumpukan sampah di dalam rumah dan masuknya serangga atau hewan melalui sampah organik, dll.
Beri apresiasi pada waktunya
Baca Juga: Tes Kepribadian: Bagaimana Anda Mengenal Diri Sendiri dan Melakukan Introspeksi
Ketika anak-anak Jepang memenuhi tugas dan tanggung jawab mereka, orang tua mengapresiasi mereka di waktu yang tepat untuk meningkatkan harga diri mereka dan memotivasi mereka untuk terus memenuhi tugas dan disiplin.
Diajarkan dengan contoh
Orang tua Jepang tahu betul bahwa cara terbaik untuk mengajar anak-anak mereka untuk bertanggung jawab dan tidak malas adalah melalui contoh. Anak-anak Jepang belajar untuk disiplin dan konsisten dengan teladan dibawah bimbingan orang tua mereka.
Hindari komentar negatif
Jika tugas tertentu tidak berjalan dengan baik untuk mereka, orang tua mengajari mereka bagaimana cara melakukannya tanpa memarahi mereka atau menunjukkan "kesalahan" mereka. Hal ini dapat menurunkan motivasi mereka dan mempengaruhi harga diri mereka. Jauh dari kepercayaan umum, disiplin orang Jepang didasarkan pada prinsip pengasuhan yang saling menghormati.
Waktu berkualitas antara orang tua dan anak
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
BRI Perkuat BRIVolution Reignite, Nilai Transaksi BRImo Tembus Rp7.057 Triliun
-
5 Fakta Maling di Pesawat Citilink Jakarta-Surabaya, 2 WNA China Ditangkap
-
32 Kode Redeem FF 4 Februari 2026, Sikat Skin Senjata G18 dan G36
-
Sinopsis Yumi's Cells Season 3: Kim Go Eun Comeback Bareng Kim Jae Won, Tayang April 2026
-
Kontribusi Minim, Apa Kegunaan Viktor Gyokeres di Arsenal?
-
Mengenal Lebih Dekat Ardiansyah Nur Kapten Timnas Futsal Indonesia yang Cetak Sejarah di Piala Asia
-
Berangkat Ilegal Saat Sakit, Nur Afni Terjebak di Agen Saudi, Disnaker Tangerang Turun Tangan
-
BRImo Catat Lonjakan Transaksi 5,6 Miliar, Jadi Pilar Transformasi Digital BRI
-
Transformasi Digital BRI Makin Kuat, Pengguna BRImo Tembus 45,9 Juta di 2025
-
Kapan Mulai Cuti Bersama Lebaran 2026? Ini Aturan Resminya