/
Selasa, 08 November 2022 | 19:03 WIB
Para napi perempuan Lapas Wanita Bulu Semarang fashion show ide desainer Entin Gartini. (Dok Lapas Bulu Semarang.)

SUARA SEMARANG - Tak disangka lima model berlenggok mengenakan rancangan ide desainer internasional asal Kanada Entin Gartini, tampil kece bak model profesional adalah napi Lapas Wanita Bulu Kota Semarang.

Gaun outfit dengan corak batik dan sentuhan asesoris kasual mampu menyulap napi perempuan Lapas Wanita Bulu Semarang tampil bak model profesional, dalam fashion show Selasa 8 November 2022.

Busana tersebut merupakan rancangan dari napi perempuan Lapas Wanita Bulu Semarang. Terinpirasi dari ide yang ditularkan oleh  desainer Kanada Entin Gartini.

Entin Gartini merupakan desainer asal Semarang yang 12 tahun telah hijrah ke Kanada sebab ikut sang suami yang berasal dari negara berbendera Daun Maple tersebut.

Ada delapan model, terdiri dari lima napi dan tiga petugas lapas. Mereka berlenggok catwalk mulai dari koridor jalan hingga lapangan lapas.

Warna-warni cerah busana outfit mereka pamerkan dari busana kasual, kemeja, celana, dan kardigan.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Semarang Rini Sulistyowati mengatakan fashion show kali ini merupakan ajang pameran karya napi perempuan. 

Ia menyebutkan karya napi ini, hasil belajar yang ditularkan kepada para napi. Salah satunya meyerap ide inspirasi dari desainer Entin Gartini.

“Saya berguru terkait desain dengan desainer bu Entin. Lalu saya ajarkan kepada para napi,” kata Rini.

Baca Juga: Live Streaming Nonton Gerhana Bulan Total dan Cantiknya Muncul Blood Moon dari Sabang sampai Merauke

Menurutnya, dengan karya ini bisa menjadi modal berharga bagi para napi setelah selesai menjalani masa pidana untuk kembali memulai kehidupan baru di masyarakat.

“Mereka jadi punya kompetensi diri untuk menyambung kehidupan setelah bebas,” ucapnya.

Selain itu, dengan punya kompetensi, ia yakin napi bisa diterima masyarakat ketika bebas. 

“Nantinya masyarakat punya kepercayaan dengan napi bahwa dengan punya kompetensi, mereka tidak akan mengulangi kesalahannya,” terang dia

Dia berharap transfer ilmu darinya ini benar benar bisa dimanfaatkan oleh napi sehingga napi bisa siap kembali di tengah masyarakat.

“Perlu diingat, napi tidak selamanya di lapas. Hanya sementara. Pergunakan transfer ilmu dengan baik,” katanya.

Load More