SUARA SEMARANG - Nasib Arema FC yang ditolak bermarkas dengan menyewa stadion di luar kota juga sama dengan Persib Bandung.
Sejumlah daerah seperti Solo, Jogja, Magelang tidak memberi ijin kepada Arema FC untuk menggunakan stadion di wilayahnya sebagai homebase putaran kedua.
Meski dengan lika liku yang terjadi, sempat mendapat penolakan di Kota Semarang. Arema FC akhirnya bisa memiliki homebase di Stadion Jatidiri Semarang.
Hal yang sama juga terjadi dengan Persib Bandung. Mendapat penolakan sejumlah wilayah untuk homebase putaran kedua Liga 1.
Persib Bandung ditolak untuk berhombase atau bermain kandang di stadion luar kota. Salah satunya adalah Kabupaten Bekasi.
Adalah stadion Wibawa Mukti Cikarang Bekasi yang awalnya akan jadi homebase Persib Bandung tapi ditolak.
Hingga saat ini Persib Bandung masih mencari stadion untuk homebase di laga putaran kedua BRI Liga 1 musim 2022-2023.
Hal ini menyebabkan laga selanjutnya Persib Bandung juga mengalami kendala. Laga Lawan Bhayangkara FC ditunda belum ada jadwal pasti kapan dimainkan.
Sebenarnya, Stadion Wibawa Mukti juga sudah menjadi kandang dari Bhayangkara FC di Liga 1.
Baca Juga: Jadi Pelatih Keisuke Honda Dampingi PSIS Semarang Lawan RANS Nusantara FC, Berikut Penjelasannya
Lantas dimana kah homebase Persib Bandung untuk mengarungi putaran kedua BRI Liga 1 musim 2022-2023.
Di ketahui markas Persib Bandung yakni Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tak bisa digunakan untuk laga kandang.
Sebab GBLA milik Persib Bandung sedang masa direnovasi dalam rangka persiapan sebagai lokasi pertandingan Piala Dunia U-20 pada Mei 2023 mendatang.
Manajemen pun mencari lokasi lain yang tak jauh di Bandung untuk homebase Persib Bandung. Salah satunya adalah di Bekasi dan sekitarnya.
Ada Stadion Wibawa Mukti dan Pakansari Bogor yang sangat berpeluang jadi homebase Persib Bandung.
Namun kabar terbaru, Stadion Wibawa Mukti batal sebagai homebase Persib Bandung di putaran kedua BRI Liga 1.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring