/
Selasa, 30 Agustus 2022 | 15:09 WIB
tangkapan layar akun instagram (@4maze)

SuaraSerang.id - Isu mengenai rencana pemerintah akan menaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat ini menjadi banyak perhatian di ranah publik. Terkhusus lagi di ranah sosial media. Sejumlah akun-akun anonim yang memiliki banyak follower pun menyanjikan data dan fakta dengan menghimpun dari beberapa sumber yang bukan kaleng-kaleng.


Salah satunya yakni akun instagram @4maze. Yang mana hari ini akun tersebut memposting sebuah feed yang diberi judul “Propaganda Miskin”. Dengan memasang foto menteri Keuangan Sri Mulyani di  slide pertama dan terdapat tulisan foto tersebut ‘Cara Pemerintah Bikin Propaganda’.


Kemudian dalam postingan tersebut ditulis juga caption/keterangan yang tertera sebagai berikut,

“Pmrnth melakukan segala cara mencari alasan agar harga BBM bisa dinaikan, termasuk dgn propaganda soal data masyarakat miskin dan masyarkat yang ‘dianggap mampu’ lebih banyak menikmati BBM subsidi. Asal tahu saja, selama ini rumah tangga berpenghasilan 480k/bulan sudah dianggap keluarga mampu.”

Selang beberapa waktu yang tak lama, postingan tersebut dibanjiri komentar netizen dengan beragam tanggapan.

“500rb/bln UMR Kota mana nih?” tulis pemilik akun @by.nrry

“Pemerintah berusaha melenyapkan warganya” tulis akun @kakayekaa

“480k/bln makan aja susah gimna mau beli kendaraan?” ujar akun @umardhana

“Subsidi2 tapi pensiunan dan fasilitas pejabat ttp jalan malah meningkat, kalau adil cba tukar posisi, blokk” tulis akun @dwixrebel

Baca Juga: Harga Tiket Masuk Taman Mini Indonesia Terbaru, Semakin Cantik Usai Renovasi

“Pantesan angka kemiskinan menurun. Rupanya penghasilan 500rb per bulan udah ga miskin” tulis pemilik akun @raftsanzani


Dari beragam komentar tanggapan warganet itu, ada juga yang memberikan komentar dengan menandai langsung (mention) ke akun instagram pribadi milik menteri Keuangan Sri Mulyani.


Seperti yang ditulis oleh akun @rahmatir80 “Proyek IKN dan proyek2, lainnya yg tidak urgent yg memberatkan APBN yg nikmatin siapa? Siapa yg dapat proyeknya? Apak kabar hutang negara yg 7000 T yg bayar bunganya aja 400T itu kenapa ngk dikasih tau kerakyat juga @smindrawati “


Hal menarik lainya juga dilihat dari slide ke-2 pada postingan yang sama. Terdapat gambar tangkapan layar cuitan akun twitter dari aktivis yang juga pegiat film dokumenter Dandhy Laksono.

Dalam cuitannya itu, Dandhy menuliskan twit yang ia kutip dari judul berita dengan bunyi “Propaganda Pemerintah: '95 persen subsidi Solar dan 80 persen subsidi Pertalite dinikmati rumah tangga mampu.” Ia pun kemudian menuliskan tanggapan dalam cuitannya seperti berikut “Padahal ini standar yang dipakai pemerintah untuk membedakan ‘miskin’ dan ‘mampu’.


"Penghasilan 500 ribu pun akan disebut rumah tangga mampu.” tulis Dandhy seraya melampirkan postingan berita yang terdapat data survey Badan Pusat Statistik (BPS).

Bersambung pada cuitannya yang lain, Dandhy juga mengatakan bahwa “Propaganda ini sangat manipulatif. Angka ini bahkan jauh dibawah UMK terendah sekalipun (Banjarnegara 1,8 juta). Faktanya, tanpa tanah, hutan, atau laut, tak ada orang yang bisa hidup dengan 500 ribu/bulan untuk sandang, pangan, apalagi papan tanpa dukungan sosial pihak lain.” tulisnya.***

Load More