Suara Serang - Pengusaha miliarder yang terkenal, Mohamed Al Fayed, telah meninggal dunia pada usia 94 tahun. Kematian Al-Fayed ini menandai akhir dari perjalanan luar biasa seorang pengusaha yang memiliki pengaruh besar dalam dunia bisnis dan budaya.
Meskipun namanya terkait dengan sejumlah bisnis besar, termasuk Harrods dan klub sepak bola Fulham, ia juga dikenal karena perannya dalam tragedi yang mengguncang dunia pada tahun 1997.
Lahir di Mesir, Mohamed Al Fayed adalah sosok yang terlibat dalam beberapa kesepakatan bisnis terbesar di abad ke-20. Awalnya, ia menjalankan bisnis pelayaran dan bahkan menjadi penasihat sultan Brunei.
Namun, perubahan besar dalam hidupnya terjadi ketika ia pindah ke Inggris pada pertengahan tahun 1960-an. Di sini, ia mulai membangun kerajaan bisnisnya yang mencakup beberapa entitas terkemuka.
Salah satu pencapaiannya yang paling mencolok adalah ketika dia membeli House of Fraser, bagian dari Harrods, seharga £615 juta. Kesepakatan ini membuatnya menjadi salah satu pemilik toko paling bergengsi di dunia.
Namun, ia kemudian menjual Harrods ke Qatar pada tahun 2010 dengan harga mencapai $2,4 miliar. Ini adalah salah satu kesepakatan yang mencatatkan sejarah dalam dunia bisnis.
Sunday Times Rich List mencatat bahwa kekayaan keluarga Al-Fayed mencapai £1,7 miliar, menjadikan Mohamed Al-Fayed sebagai orang terkaya ke-104 di Inggris.
Namun, lebih dari sekadar kekayaan, Al-Fayed juga dikenal karena hubungannya yang kuat dengan Skotlandia. Ia memiliki perkebunan luas di Skotlandia dan pernah berharap bisa menjadi presiden jika Skotlandia meraih kemerdekaan.
Meskipun permohonan kewarganegaraan Inggrisnya ditolak pada tahun 1995 dan 1998, Al-Fayed tetap menjalin ikatan dengan negara ini.
Baca Juga: Jejak Emosional Brennan Johnson Penyerang Profesional Menuju Tottenham Hotspur
Selama hidupnya, Mohamed Al Fayed juga menjadi sosok kontroversial. Ia menjadi penentang para bangsawan, ketika dicap sebagai "Keluarga Drakula" selama insiden kematian putranya, Dodi Al-Fayed, dan Putri Diana dalam kecelakaan mobil tragis di Paris pada tahun 1997.
Dia tidak pernah menerima putusan juri yang menyatakan bahwa kematian mereka disebabkan oleh kelalaian pengemudi, dan ia bahkan mengklaim bahwa kematian putranya adalah hasil dari kekuatan gelap yang ingin mencegah Putri Diana menikah dengan seorang Muslim dan melahirkan anaknya.
Pemakaman Mohamed Al Fayed diumumkan oleh Al Jazeera Mesir, kalau ia dimakamkan setelah salat Jumat setelah salat di Masjid Regent's Park di London.
Ashraf Haider, salah satu anggota keluarganya, mengatakan, "Kita milik Tuhan dan kepada-Nya kita akan kembali."
Mohamed Al Fayed akan selalu dikenang dalam sejarah sebagai salah satu tokoh yang menciptakan dampak besar dalam dunia bisnis dan budaya. [*]
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Berani Turunkan Pemain Muda, Hector Souto Buktikan Keputusan Federasi Tak Salah di Piala AFF Futsal
-
Temui Gubernur DKI, PB ORADO Perkuat Dukungan Turnamen Domino
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Bank Sumsel Babel Permudah Akses Bandara, Tol, dan LRT di Palembang, Cukup Tap Tanpa Antre
-
Rahasia LG Jual 3,2 Juta WashTower, Fokus Konsumen hingga Bidik Pasar Indonesia
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Persiapan Haji 2026, Layanan Jemaah Jadi Prioritas
-
Ruang Rawat Inap RSUD Berkah Pandeglang Ambruk, Pasien Panik Berhamburan Selamatkan Diri