SuaraSoreang.id-Banyak pihak yang mengira bahwa Indonesia akan mendapatkan sanksi dari FIFA imbas dari terjadinya insinden tragedi Stadion Kanjuruhan.
Tragedi Kanjuruhan yang menyebakan korban 132 orang meninggal dunia, membuat sejarah kelam bagi dunia sepak bola tanah air bahkan dunia sepak bola internasional.
Namun, kabar Indonesia kena sanksi FIFA tersebut terbukti tidak terjadi. Bahka FIFA akan berkolaborasi bersama Indonesia untuk mentransformasi sepak bola Indonesia berdasarkan surat yang mereka layangkan kepada Indonesia.
Pemerintah dan PSSI yakin bahwa Indonesia tak akan diberikan sanksi oleh FIFA dengan beberapa alasan tertentu.
Mereka terus jalin komunikasi serta memberikan laporan terkait tragedi Kanjuruhan kepada badan sepakbola dunia tersebut.
"Selagi komunikasinya kita bangun terus, selagi kita juga mendapat masukan, kalau komunikasi kita bangun kemudian kan kita mendapat feedback dan kita menjalankan poin demi poin yang disampaikan oleh FIFA dan AFC, Insyaallah sanksi bisa kita hindari," jelas Maaike Ira Puspita dikutip dari Suara pada 9 Oktober 2022.
Sebelumnya, dalam surat yang diberikan FIFA kepada federasi Indonesia mengenai tragedi Kanjuruhan, Maaike menyampaikan bahwa surat dari FIFA tersebut sama sekali tak menyinggung tentang potensi sanksi untuk Indonesia.
"Surat dari presiden FIFA (Gianni Infantino) sama sekali tidak ada membahas sanksi, hanya belasungkawa. Dan juga Presiden FIFA bersama dengan PSSI memberikan support. Dari AFC juga sama dan mereka meminta kronologi. Jadi tak ada obrolan sanksi sama sekali yang secara tertulis," kata Maaike.
Mengenai isi surat FIFA kepada pihak Indonesia mengenai tragedi Stadion Kanjuruhan, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa FIFA tak membahas soal sanski untuk sepak bola Indonesia.
“Berdasarkan surat tersebut, alhamdulillah sepak bola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA,” ucap Presiden Jokowi saat jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta (07/10/2022).
Baca Juga: Dalih Baru Pengacara Billar, Sebut Curiga Ada Pihak Sengaja Miskinkan Rizky Billar
Adapun alasan Indonesia tak kena sanksi FIFA karena pihak Indonesia berkomunikasi dengan baik dengan pihak FIFA dan akan melakukan langkah-langkah kolaborasi bersama FIFA serta AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia), dan Pemerintah Indonesia.
Melansir dari situs Setkab.go.id (8/10/202), adapun langkah-langkah kolaborasi tersebut yakni sebagai berikut:
1. Membangun standar keamanan seluruh stadion Indonesia;
2. Memformulasikan standar protokol serta prosedur pengamanan oleh pihak kepolisian sesuai standar keamanan internasional
3. Melakukan sosialisasi serta diskusi bersama klub-klub bola Indonesia, termasuk perwakilan suporter guna memperoleh saran maupun masukan dan komitmen bersama.
4. Mengatur jadwal pertandingan dengan memperhitungkan berbagai potensi risiko yang ada
5. Adanyanpendampingan dari para ahli yang sesuai dengan bidangnya.
Itulah poin ulasan mengenai alasan Indonesia tak kena sanksi FIFA yang menarik untuk diketahui.
Sumber: Suara
Berita Terkait
-
Dalih Baru Pengacara Billar, Sebut Curiga Ada Pihak Sengaja Miskinkan Rizky Billar
-
Pengacara Rizky Billar Sebut Kasus KDRT Lesti Kejora Ada Kepentingan Pihak Lain: Ini Tanggung Jawab Siapa?
-
Disebut akan Jadi Cawapres Mendampingi Anies Baswedan, AHY: Saya Amini saja
-
Polisi Beri Pesan Penting buat Rizky Billar, Sebaiknya Dia Kooperatif terhadap Panggilan Polisi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123