/
Senin, 03 April 2023 | 14:00 WIB
Ustadz Hanan Attaki memberikan nasehat agar puasa yang dikerjakan tidak sia-sia ((Instagram/hannan_attaki/suara.com))

SuaraSoreang.id - Puasa, secara moral adalah sebuah terapi untuk memperbaiki akhlak. Nabi SAW bersabda, jika puasa merupakan sebuah pelindung atau perisai. 
Jadi, jika ada orang yang memancing untuk bertengkar, untuk melakukan hal-hal tidak baik, maka ingatkan diri kita dan orang tersebut bahwa kita sedang berpuasa. 

Puasa merupakan penjagaan diri dari hal-hal yang buruk, maka harus terhindar dari perlakukan yang tidak baik, jadi jangan ada istilah orang yang berpuasa tidak menjaga dirinya dari perkataan yang tidak baik kepada orang lain. 

Ustadz Hanan Attaki, menjelaskan kenapa kita semua diwajibkan menahan amarah dan bijak dalam menggunakan media sosial ketika sedang berpuasa. 


"Anak muda harus menjaga diri dari komen negatif sosial media, harus menahan diri dari debat atau mereply komentar haters, harus menahan diri berdebat di grup WhatsApps bareng temen atau berbagai macam perdebatan dari hal yg tidak baik,"  jelas Ustadz Hanan Attaki dalam kajiannya, dikutip dari 

Lalu, Ustadz Hanan pun menjelaskan mengenai alasan kenapa orang yang berpuasa agar terhindar dari amarah. 

"Di bulan Ramadhan, ujian terberatnya di sore hari. Misal orang yang baru pulang kerja, semetara jalan macet, ingin segera sampai ke rumah, itu sangat menjadi ujian. Kemudian orang marah-marah di jalanan,  ada klakson panjang, menyerobot jalur busway, rebutan satu jalur, buka kaca mobil dan mencela. Dia lupa, ketika kita berpuasa lalu terpancing amarah. Amalan pahala ibadah kita gugur, kita hanya puasa secara dhohir saja," ujarnya.

Ketika orang yang berpuasa terpancing amarah maka, pahala ibadahnya dianggap gugur dan ia hanya melakukan puasa secara dhohir saja. Hanya mendapatkan haus, lapar dan lelah tanpa amalan yang ia terima. 

Maka Nabi mengatakan, betapa banyak kita berpuasa tapi hanya mendapatkan satu hal, kecuali lapar dan haus. maka orang tersebut, gugur pahala puasa nya ketika amarah dan sifat akhlak buruk nya tidak bisa dikendalikan saat berpuasa. 

Lalu, Ustadz hanan pun membagikan cara untuk mengatasi hal tersebut, dengan mengatakan, 

Baca Juga: Dipuji Suami Idaman oleh Aurel, Respon Atta Halilintar Bikin Gemas: Aku Malu

"Bagaimana cara mengatasi nya? Kita bangun lagi awareness atau kesadaran, bahwa puasa harus menahan diri dari amarah. Secara bahasa Puasa adalah menahan diri, dari ucapan tercela, emosi dan marah-marah. Semoga kita bisa berpuasa seperti orang yang bertakwa," pungkasnya. (*)

Sumber: Youtube/Mood Dakwah

Load More