Sport / Arena
Minggu, 11 November 2018 | 17:31 WIB
Pemilik Merpati Bali, Deddy Setiawan (tengah), pelatih Bambang Asdianto Pribadi (paling kiri), dan kapten tim Helena Maria Elizabeth Tumbaleka (kedua dari kanan) saat launching tim di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Minggu (11/11/2018). (Suara.com/Arief Apriadi)

Suara.com - Pemilik Merpati Bali, Deddy Setiawan mewanti-wanti agar timnya tetap membumi meski menjadi kandidat kuat juara Srikandi Cup musim 2018/2019. Absennya juara bertahan, Surabaya Fever, dinilainya tak akan menurunkan fokus tim menjalani musim baru.

Merpati Bali menatap musim kedua di Srikandi Cup dengan harapan tinggi. Jika musim lalu hanya mampu menjadi runner-up di bawah Surabaya Fever, kini mereka menjadi kandidat terkuat merengkuh gelar kompetisi bola basket wanita terbesar di Tanah Air.

"Biasanya kita selalu mengejar Surabaya Fever yang berada di atas, tapi sekarang mereka sudah tidak ada. Namun, itu tidak memutus atau memperlemah semangat kita untuk berkompetisi karena tim lain juga punya keinginan yang sama berada di atas (juara)," ujar Deddy Setiawan saat acara launching tim Merpati Bali di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Minggu (11/11/2018).

Meski digadang-gadang menjadi jawara baru, Merpati Bali bukan tanpa kendala untuk mengarungi musim 2018/2019. Menjelang dimulainya musim pada 26 November, mereka dihadapi situasi badai cidera.

Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi tim asuhan Bambang Asdianto Pribadi. Apalagi beberapa pilar penting musim lalu yakni Anne Inessa dan Yusranie Noory Assipalma, memutuskan untuk tak lagi memperkuat tim.

Anne Inessa memutuskan untuk meninggalkan dunia basket alias gantung sepatu. Sementara sang pemain berposisi Center, Yusranie memutuskan hengkang ke klub lain.

Namun, pelatih Bambang Asdianto tak ingin menjadikan hal itu sebagai alasan. Menurutnya, setiap tim memang harus mampu keluar dari kondisi sulit. Dirinya berharap kerjasama staff pelatih dan pemain bisa memberikan hasil terbaik di akhir musim nanti.

"Update ada beberapa pemain yang memutuskan tidak berbagung lagi dengan Merpati di musim ini. Ada beberapa juga pemain yang cidera dan kemungkikan tak bisa main musim ini, dan ada yang sedang pemulihan serta ada pemain baru," kata Bambang Asdianto Pribadi.

"Tapi balik lagi ke awal, Merpati Bali selalu mampu beri warna baru disetiap musimnya. Dengan kita perbaiki diri, target jadi juara mudah-mudahan bisa tercapai, dan kita memang benar-benar pantas jadi juara," imbuhnya.

Seri pertama Srikandi Cup 2018/2019 akan berlangsung di GOR Merpati, Denpasar, Bali pada 26 November hingga 1 Desember 2018. Setelah itu seri kedua akan bergulir di GOR Cempaka Putih atau Rawamangun pada 11-16 Februari 2019.

Seri ketiga akan berlangsung di Semarang pada 1-6 April 2018 di GOR Sahabat Semarang, serta babak Playoff dan Grand Final akan digelar di kota Pontianak pada akhir April 2019.

Load More