Suara.com - Kepindahan Franco Morbidelli ke Yamaha membuat Valentino Rossi ikut bersuara.
Sebagai mantan pembalap Yamaha, ia pun memberikan ucapan selamat kepada Morbidelli bisa naik kasta ke tim pabrikan Yamaha.
The Doctor merasa senang anak didiknya tersebut bisa menjadi salah satu pembalap tim pabrikan Yamaha.
Memang Franco Morbidelli saat ini belum bisa ikut balap usai cedera yang dideritanya. Ia harus menepi untuk memulihkan cederanya selama 6 bulan.
Rossi pun menanggapi cedera yang diderita Morbidelli tersebut. Menurutnya, ia harus tetap rehat sejenak sampai pulih 100 persen.
"Franco mengalami cedera yang membutuhkan waktu enam bulan untuk kembali ke kondisi semula," kata Valentino Rossi dikutip dari Speedweek.
"Cedera lutut itu rumit, persendian bukan tulang. Ini bukan hanya tentang tidak merasakan sakit, Anda juga harus mendapatkan kembali mobilitas dan dapat menggunakan lutut 100 persen lagi untuk menggerakkan motor MotoGP," beber Rossi.
Yamaha pun berharap kalau Morbidelli segera mungkin pulih dari cedera karena membutuhkan jasanya.
Tim pabrikan Yamaha sendiri memang harus berjuang melalui Fabio Quartararo saja, semenjak Maverick Vinales hengkang dari Yamaha.
Baca Juga: Top 5 Sport: Kecelakaan di Monza, Mobil Lewis Hamilton Diperiksa Lebih Lanjut
Namun Rossi berkomentar, tidak perlu terburu-buru mengingat cedera Morbidelli yang belum sembuh 100 persen.
"Tetapi, Franco Morbidelli belum 100 persen dan butuh sedikit waktu. Untuk mengendarai motor Yamaha Anda harus dalam kondisi 100 persen, jika tidak maka akan sangat sulit," pungkas The Doctor.
Seperti yang dikatakan Valentino Rossi, saat ini Franco Morbidelli mengendarai motor Yamaha M1 peninggalan Maverick Vinales.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Polytron Indonesia Open 2026: Kembalinya Demam Bulu Tangkis dan Inovasi yang Tak Pernah Habis
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
AQUA dan DBL Bersatu, Dukung Generasi Muda Tetap Prima di Lapangan
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Singkirkan Justin Hoh, Ubed Penuhi Target Lolos ke Semifinal Australian Open 2026
-
Buka Peluang ke World Marathon Majors, Pancasakti Run 2026 akan Dihadiri Ahok hingga Sandiaga Uno
-
Faktor Kenyamanan Bantu Alwi Farhan Melaju ke Semifinal Australian Open 2026
-
Rehan/Gloria Akui Kurang Sabar saat Tersingkir di Perempat Final Australian Open 2026
-
Tersingkir di Australian Open 2026, Leo/Daniel Jadikan Kekalahan dari Liang/Wang Tolok Ukur