Suara.com - Tunggal putra Indonesia Syabda Perkasa Belawa menjuarai turnamen Malaysia International Series 2022 setelah menang di final atas Lei Lan Xi asal China dengan dua gim langsung 21-17, 21-18.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Arena Badminton Perak, Minggu, Syabda bermain agresif dan memperbanyak reli untuk mengunci kemenangan.
"Akhirnya saya bisa juara di turnamen ini. Tadi dari awal pertandingan sudah menyiapkan pola untuk mengajak lawan bermain reli, juga menyerang. Saya tidak mau gampang memberi poin untuk lawan," kata Syabda lewat keterangan resmi PBSI di Jakarta.
Menurut Syabda, kemenangannya juga berkat pola yang ia terapkan terbukti sukses membuat lawan bermain kurang nyaman, meskipun di gim kedua dirinya sempat tertinggal karena lawan lebih menekan. Tetapi ia mampu mengubah kedudukan lewat permainan yang lebih agresif.
"Dengan pola itu alhamdulillah saya bisa mengubah jalannya pertandingan dan bisa mengembalikan keadaan dari posisi tertinggal menjadi menang dan juara," pungkas Syabda menambahkan.
Saat bertanding, Syabda memegang prinsip untuk bertanding dan bermain semaksimal mungkin. Selain itu ia juga harus ikhlas dengan apapun hasil permainan.
Kemenangan dan gelar juara tersebut cukup berarti bagi perjalanan karir Syabda. Harapannya ialah semoga bisa menambah rasa percaya diri di lapangan dan bisa meraih gelar-gelar selanjutnya.
"Yang pasti saya senang dan bangga akhirnya perjuangan melawan lelah dan capek setiap hari berlatih di Pelatnas Cipayung, pelan-pelan mulai terlihat hasilnya. Tetapi saya merasa belum cukup dan mau lebih lagi. Semoga gelar-gelar selanjutnya di turnamen yang lebih besar, bisa saya raih," pungkas Syabda. (Antara)
Baca Juga: Tanpa Jonatan Christie dan Anthony Ginting, Indonesia Kirim 16 Wakil ke Australian Open 2022
Tag
Berita Terkait
-
Indonesia Open 2026 Jadi Pesta Rakyat Bulu Tangkis, Bisa Nikmati Sportainment hingga Test Drive EV
-
Alwi Farhan Singkirkan Unggulan Pertama, Lolos ke Perempat Final Singapore Open 2026
-
China Dominasi Malaysia Masters 2026 dengan Tiga Gelar Juara
-
Nikmati Masa Pensiun, Viktor Axelsen Kini Fokus Keluarga dan Bisnis Investasi
-
Viktor Axelsen Kritik Sistem Poin 3x15 BWF: Hilangkan Drama dan Taktik di Bulu Tangkis
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Ganda Putra Indonesia Berguguran, Raymond/Joaquin Tak Terbeban Jadi Tumpuan di Indonesia Open 2026
-
Kecepatan Shuttlecock Jadi Pembeda, Jafar/Felisha Revans Wakil Korea di Indonesia Open 2026
-
Fajar Alfian Akui Penampilan Terburuk Bersama Fikri Usai Tersingkir di Indonesia Open 2026
-
Pitchamon 'Pink' Terpukau Atmosfer Istora Senayan, Sebut Suporter Indonesia Sangat Menggemaskan
-
Isu Anggaran, PBVSI Masih Menunggu soal Keikutsertaan Timnas Voli di Asian Games 2026
-
Cerita An Se-young Akrab dengan Megawati Hangestri, Persahabatan Lintas Cabor
-
Indonesia Open 2026: Fadia/Tiwi Singkirkan Ranking 3 Dunia, Ungkap Rahasia Comeback
-
Lanny/Apriyani Lupakan Target ke Olimpiade 2028, Pilih Evaluasi Menyeluruh
-
Timnas Voli Putri Indonesia Bidik Empat Besar Piala AVC Putri 2026 di Filipina
-
Kimi Antonelli Waspadai Ancaman Ferrari pada GP Monako 2026