Sport / Raket
Kamis, 26 Februari 2026 | 12:21 WIB
Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Amalia Cahya Pratiwi dan Siti Fadia Ramadanti saat bertanding melawan ganda putri Jepang Arisa Iragashi/Miyu Takahashi pada babak perempat final Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Ganda putri Indonesia akan bertanding melawan pasangan Taiwan di babak kedua YONEX German Open 2026.
  • Tiwi/Fadia melaju ke babak kedua setelah mengalahkan wakil Denmark melalui dua gim langsung yang meyakinkan.
  • Pasangan ini fokus evaluasi strategi, termasuk mengatasi tantangan kondisi lapangan yang berubah saat bertanding.

Suara.com - Ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, bersiap menghadapi pasangan Taiwan Hsu Yin-Hui/Lin Jhih-Yun pada babak kedua YONEX German Open 2026 di Westenergie Sporthalle, Mülheim an der Ruhr, Jerman, Jumat dini hari WIB.

Pertemuan tersebut menjadi yang pertama bagi Tiwi/Fadia sebagai satu pasangan menghadapi Hsu/Lin. Meski demikian, Tiwi mengaku pernah berjumpa dengan pasangan Taiwan itu bersama partner yang berbeda.

“Kami akan menghadapi Hsu Yin-Hui/Lin Jhih-Yun. Saya pernah bertemu dengan pasangan tersebut sebelumnya, tetapi dengan partner yang berbeda,” ujar Tiwi dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).

Berbekal pengalaman tersebut, Tiwi/Fadia tidak ingin hanya mengandalkan catatan pertemuan lama. Mereka memilih melakukan evaluasi menyeluruh jelang laga babak 16 besar turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut.

“Kami akan melakukan evaluasi bersama, berdiskusi dengan pelatih, serta menonton analisis video untuk mempersiapkan strategi yang terbaik menghadapi pertandingan besok,” kata Tiwi.

Tiwi/Fadia melaju ke babak kedua setelah menyingkirkan pasangan Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor 21-8, 21-14. Kemenangan dua gim langsung itu diraih lewat permainan agresif dan kontrol tempo yang konsisten sejak awal pertandingan.

“Alhamdulillah pada pertandingan hari ini kami bisa meraih kemenangan dengan baik. Di gim pertama, kami sudah menerapkan pola permainan seperti yang biasa kami mainkan dan itu berjalan cukup lancar,” ujar Tiwi.

Pada gim kedua, lawan mencoba mengubah ritme dengan reli yang lebih panjang sehingga pasangan Indonesia sempat tertinggal beberapa poin.

“Kami sempat terbawa pola mereka dan tertinggal poin. Tapi kami mencoba tetap mengikuti tempo lebih dulu, lalu ketika ada celah untuk mengubah pola, kami langsung melakukan penyesuaian dan kembali ke permainan yang kami inginkan,” katanya.

Baca Juga: Dua Ganda Putri Indonesia Awali Tur Eropa di German Open 2026

Fadia menambahkan faktor kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri karena berbeda dibandingkan saat sesi latihan.

“Di gim kedua tadi kami sempat sedikit kaget dengan kondisi lapangan. Saat latihan kemarin rasanya cukup berbeda, dan hari ini terasa ada angin yang cukup berpengaruh. Tapi kami segera berkomunikasi lagi di lapangan dan sempat berdiskusi dengan pelatih untuk menenangkan diri dan menyesuaikan permainan,” ujar Fadia.

Ia juga mengakui suasana turnamen kali ini terasa berbeda karena jumlah wakil Indonesia tidak sebanyak biasanya. Meski begitu, fokus mereka tetap terjaga karena tengah memburu tambahan poin peringkat dunia pada awal tur Eropa tahun ini.

(Antara)

Load More