Sport / Arena
Minggu, 12 April 2026 | 08:34 WIB
Format Draft Kapten dan 1 On 1 Challenge Sukses, IBL All-Star 2026 'Pecah' di Bandung. [Dok. Suara. Com/Arief Apriadi]
Baca 10 detik
  • Pergelaran IBL All-Star 2026 di Bandung Arena sukses besar, di mana Dirut IBL Junas Miradiarsyah mengeklaimnya sebagai salah satu penyelenggaraan terbaik.

     

  • Kesuksesan ini didorong oleh inovasi format baru seperti 1 On 1 Challenge dan sistem Draft kapten yang membuat laga tetap kompetitif namun menghibur.

     

  • Laga puncak dimenangkan oleh Tim Biru asuhan Yudha Saputera yang sukses mengalahkan Tim Merah pimpinan Andakara Prastawa dengan skor ketat 117-106.

Suara.com - Ajang pamer skill bertabur bintang bertajuk IBL All-Star 2026 sukses 'pecah' dan mengguncang kemegahan Bandung Arena pada Sabtu (11/4) malam.

Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL), Junas Miradiarsyah, tak ragu mengeklaim bahwa edisi kali ini merupakan salah satu pergelaran All-Star terbaik yang pernah ada.

Antusiasme luar biasa dari para pemain maupun ribuan penonton yang memadati arena menjadi bukti nyata kesuksesan format baru yang diusung.

Inovasi segar seperti 1 On 1 Challenge terbukti ampuh menjadi daya tarik baru yang sangat menghibur sekaligus memanjakan dahaga para penggemar basket Tanah Air.

"Dan puncaknya pertandingan tadi, menurut saya semua (pemain dan penonton) sepakat, bahwa ini merupakan salah satu penyelenggaraan All-Star terbaik, karena sangat menghibur," kata Junas seusai menyaksikan duel sengit antara Tim Yudha melawan Tim Prastawa.

Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL), Junas Miradiarsyah, tak ragu mengeklaim bahwa edisi 2026 merupakan salah satu pergelaran IBL All-Star terbaik yang pernah ada. [Suara.com/Arief Apriadi]

Junas menuturkan bahwa respons super positif tidak hanya datang dari gemuruh penonton di tribun, melainkan juga dari para pemain yang turun bertanding.

Meskipun berlabel laga hiburan, atmosfer kompetitif yang tersaji di atas lapangan hijau (hardwood) tetap terasa sangat kental dan panas.

"Kehadiran konsep baru seperti 1 On 1 Challenge cukup bagus untuk menjadi alternatif guna menggantikan kontes slam dunk yang tidak digelar tahun ini," ujar pria yang telah menjabat sebagai Dirut IBL sejak 2019 tersebut.

Tingginya intensitas pertandingan pada All-Star edisi kali ini dinilai sangat dipengaruhi oleh semangat membara dari para pemain lintas generasi yang berhasrat kuat memamerkan kualitas terbaik mereka di hadapan publik.

Baca Juga: Bintang RANS Simba Bogor Resmi Sandang Pangkat Letda TNI AD

Lebih dari itu, format Draft baru yang memberikan hak prerogatif penuh kepada kapten tim untuk memilih sendiri susunan roster pemainnya terbukti sukses menjadi sajian gimmick yang sangat dinantikan oleh para fans.

Melihat kesuksesan masif ini, Junas memastikan bahwa pihak IBL akan terus memutar otak untuk menghadirkan deretan inovasi brilian pada penyelenggaraan All-Star di masa-masa mendatang.

Pihaknya juga membuka pintu lebar-lebar bagi kota-kota lain di Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah, guna semakin memperluas jangkauan dan ekosistem kompetisi bola basket nasional.

"Selain kegiatan puncak, kami juga melibatkan partisipasi luas masyarakat, termasuk ratusan anak muda dan program kunjungan ke sejumlah sekolah di Kota Bandung," tambah Junas membeberkan side event acara tersebut.

Pergelaran IBL All-Star ini sendiri terasa sangat spesial karena sukses mengobati kerinduan warga Kota Kembang setelah sempat absen menjadi tuan rumah selama 12 tahun lamanya.

Selain sajian utama, ajang bergengsi ini juga turut dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan menarik lainnya, seperti ekshibisi IBL Future Challenge, 1 On 1 Challenge, serta Celebrity Games.

Load More