Sport / Arena
Minggu, 12 April 2026 | 11:36 WIB
IBL 2026: DJ Cooper Ungkap Cara Dewa United Beri Kekalahan Perdana untuk Pelita Jaya. [Dok. IBL]
Baca 10 detik
  • DPP Perbasi bekerja sama dengan Ditjen Imigrasi untuk mengawasi dan mengedukasi pemain asing yang berkompetisi di IBL.
  • Perbasi berencana menjalin nota kesepahaman dengan BNN guna mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pemain asing IBL.
  • Kolaborasi lintas instansi diperkuat untuk persiapan Indonesia sebagai tuan rumah ajang bola basket internasional mendatang.

Suara.com - DPP Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Direktorat Jenderal Imigrasi. Kerja sama ini difokuskan pada pengawasan serta pemberian edukasi kepada pemain asing yang berlaga di Indonesian Basketball League (IBL).

Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pelanggaran aturan oleh pemain asing, sekaligus memastikan semua pihak memahami ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

"Kami melihat sendiri, luar biasa sekali dukungan dari Dirjen Imigrasi (Hendarsam Marantoko) terhadap bola basket Indonesia, sebab selama ini belum pernah ada dukungan sebesar ini," kata Sekretaris Jenderal DPP Perbasi, Nirmala Dewi, setelah menonton pertandingan IBL All-Star 2026 bersama Dirjen Imigrasi di Bandung Arena, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/4) malam.

Sekjen Perbasi Nirmala Dewi terima penghargaan lintas politika [dok]

Ia menyampaikan, sinergi yang telah terjalin dengan Ditjen Imigrasi memberikan kemudahan dalam pelaksanaan berbagai agenda bola basket, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Nirmala, dukungan tersebut tidak sebatas urusan administratif, tetapi juga mencakup komunikasi yang intens dan berdampak positif terhadap pengelolaan kompetisi, termasuk dalam aspek pengawasan pemain asing.

Lebih lanjut, Perbasi juga berencana menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat langkah pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Hal ini dinilai penting karena masih ada pemain asing yang belum sepenuhnya memahami regulasi di Indonesia, khususnya terkait larangan terhadap barang atau zat tertentu yang mungkin diperbolehkan di negara asal atau tempat mereka berkompetisi sebelumnya.

Karena itu, edukasi menjadi hal krusial agar para pemain asing dapat menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku selama berkarier di Indonesia.

Selain fokus pada pengawasan dan edukasi, Perbasi juga mulai melakukan persiapan untuk menjadi tuan rumah sejumlah ajang internasional, seperti FIBA U-17 Asia Cup serta keikutsertaan dalam FIBA U-19 World Cup mendatang.

Baca Juga: Format Draft Kapten dan 1 On 1 Challenge Sukses, IBL All-Star 2026 'Pecah' di Bandung

Nirmala menegaskan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Imigrasi dan aparat keamanan, akan terus diperkuat guna mengantisipasi tantangan global saat Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan internasional tersebut.

(Antara)

Load More