- Rizki Juniansyah dipastikan absen dari Asian Games 2026 akibat penangguhan sementara dari International Weightlifting Federation.
- PABSI, KOI, dan Rizki mengonfirmasi pada 28 September 2026 bahwa kasus ini terkait dugaan pelanggaran aturan whereabouts.
- Permohonan pencabutan penangguhan ke Court of Arbitration for Sport ditolak sehingga sang juara Olimpiade gagal tampil di Aichi-Nagoya.
Rizki juga membantah tuduhan tersebut dan menyatakan akan terus mempertahankan posisinya dalam proses hukum yang berlangsung.
Dalam pernyataan bersama itu juga disebutkan bahwa Rizki belum pernah mendapatkan hasil tes doping positif sepanjang kariernya.
Bahkan, pemeriksaan terakhir yang disebut dilakukan pada Agustus 2026 juga tidak menunjukkan hasil positif.
Absennya Rizki menjadi kehilangan besar bagi kontingen Indonesia.
Rizki merupakan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 di kelas 73 kilogram putra dan kemudian menjadi juara dunia 2025 di kelas 79 kilogram.
Rizki juga mencatat prestasi besar pada SEA Games 2025.
Ia berhasil memecahkan rekor dunia angkatan clean and jerk kelas 79 kilogram dengan beban 205 kilogram serta mencatat total angkatan 365 kilogram.
Di Asian Games 2026, Rizki sebenarnya diproyeksikan naik kelas ke nomor 85 kilogram putra.
Namun, proses penangguhan sementara membuat salah satu andalan terbesar Indonesia tersebut harus menepi sebelum sempat menunjukkan kemampuannya di Aichi-Nagoya.