/
Senin, 29 Agustus 2022 | 17:52 WIB
Mentawai (Dok.Istimewa)

Sukabumi.suara.comGempa yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar) mengakibatkan ribuan warga mengungsi. Hingga kini jumlah warga yang mengungsi terus bertambah. BPBD mengungkapkan bahwa saat ini ada 2.326 orang yang mengungsi.

"Total hingga saat ini sudah mencapai 2.300 orang yang mengungsi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Novriadi kepada SuaraSumbar.id, Senin (29/8/2022).

Novriadi mengatakan, tujuh dusun dan ribuan pengungsi di Desa Simelagi, Kecamatan Siberut Barat.

"Yang mengungsi hanya di satu desa, lalu menyebar di tujuh dusun," katanya.

Novrialdi mengatakan, fasilitas yang dibutuhkan di tempat pengungsian warga secara gotong royong menyediakan tempat maupun sarana untuk evakuasi seperti tenda.

"Untuk pasokan logistik juga masih aman, baik dari warga maupun dari lambung sosial dari kementerian sosial," katanya.

Novrialdi juga menggambarkan kondisi di pengungsian sedang hujan gerimis. Namun para warga sudah diberi bantuan terpal dari pihak lambung sosial. Pihaknya memastikan kondisi para pengungsi aman.

"Hingga sore ini warga memilih untuk bertahan di pengungsian meski tidak ada terjadi gempa susulan. Biasa setelah gempa besar itu kan ada gempa susulannya," ucapnya.

Pihaknya juga menyarankan kepada warga untuk sementara waktu tetap di pengungsian, terutama bagi yang rentan seperti orang tua dan anak-anak.

Baca Juga: Warner Bros Kehabisan Uang, Perilisan Film Aquaman 2 dan SHAZAM! Ditunda

"Perlu juga kami sampaikan bahwa kerusakan fasilitas umum akibat gempa tidak ada penambahan. Namun untuk rumah warga satgas saat ini sedang melakukan pendataan," katanya.

Mengingat potensi gempa susulan bisa terjadi kapan saja, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai mengimbau kepada warga  tetap waspada dan tidak beraktifitas sementara waktu di area pantai dan bangunan-bangunan yang rentan roboh. Serta, tidak panik dan termakan isu yang tidak bertanggung jawab.

Load More