Sukabumi.suara.com - Menparekraf Sandiaga Uno berkunjung ke Desa Wisata Campaga, Tompobulu, Bantaeng, Sulawesi Selatan. Sandiaga Uno mendatangi rumah Kakek Sangkala (71), yang merupakan penjaga mata air Tomboloa.
Sangkala adalah penjaga mata air Tomboloa sejak 1982. Yah, dia sudah menjaga mata air itu 40 tahun, dan perannya sebagai penjaga mata air itu diwariskan secara turun temurun.
"Pak Sangkala tadi saya temui saat masuk menuju mata air Tomboloa, di hutan Campaga, Desa Wisata Campaga. Dan mengajak saya ke sini," ujar Sandiaga di lokasi.
Masuk ke dalam kediaman Kakek Sangkala. Sandiaga Uno memberikan sejumlah bantuan.
"Ternyata karena kunjungan wisatawan belum banyak, taninya beliau juga karena musim panennya masih sedikit, perlu bantuan. Jadi saya sampaikan bantuan tadi beras, dan ternyata begitu saya masuk kasurnya sudah tidak layak dipakai. Jadi kita langsung antarkan," ucap Sandiaga.
Istri Sangkala, Ibu Suari (62) ikut terharu. Mata yang penuh dengan genangan air, Ibu Suari memeluk Sandiaga Uno serta mengucapkan rasa terima kasihnya.
Sandiaga Uno berharap Desa Wisata Campaga menjadi destinasi unggul di Kabupaten Bantaeng. Tak lupa juga, Sandiaga Uno menghimbau untuk masyarakat agar mata air Tomboloa senantiasa tetap terjaga.
"Kita harapkan nanti kelestarian budayanya juga bisa terjaga di sini, kelestarian lingkungannya juga terjaga," kata Sandiaga.
Baca Juga: Untuk Berjaga-jaga, Tora Sudiro Gunakan Aplikasi Pantau
Berita Terkait
-
Cuitan Sandiaga Uno Minta Masyarakat Hidup Secukupnya Bikin Warganet Meradang: Ngomong Doang Mah Gampang Pak!
-
Disindir Desmond KTA-nya Dimakan Tikus Gegara Mau Nyapres, Sandiaga Uno: Terima Kasih Sahabat
-
Ini Alasan Musyawarah Rakyat Pilih Ganjar Pranowo Dan Sandiaga Uno Gantikan Jokowi
-
Lari Bareng 5,3 Km, Sandiaga Uno Kaget dengan Kecepatan dan Kestabilan Bupati Gunungkidul
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan