Seorang haters Dewi Perssik yang dilaporkan ke polisi oleh Si Goyang Gergaji ternyata adalah warga Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, haters Dewi Perssik ini diketahui seorang wanita berusia 45 tahun.
"Hater ini warga Labuhanbatu, Sumatra Utara. Inisial atau nama akun Twitter-nya MZ, umur sekitar 45 tahun, seorang wanita. Kemarin dia sempat menyatakan termasuk salah satu fans dari Dewi Perssik," kata AKBP Yogen Heroes Baruno, Senin (19/12/2022) dikutip dari Suara.com.
Mengetahui dilaporkan Dewi Perssik atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik, MZ mengaku bukanlah haters tapi fans mantan istri Saipul Jamil tersebut.
Tak ingin kasusnya berlanjut ke persidangan, haters ini kata Yogen meminta agar dimediasi dengan Dewi Perssik.
"Dia ingin bertemu juga di Jakarta, sempat ada komunikasi dengan pihak Polres Depok," terang AKBP Yogen Heroes Baruno.
Penyidik Polres Metro Depok kemudian memfasilitasi menghubungi Dewi Perssik dan memberitahu perihal mediasi dengan terlapor.
Namun hingga kini belum ada informasi lebih lanjut soal rencana pertemuan Dewi Perssik dengan haters tersebut.
"Kami belum tahu nanti akan damai atau nggak. Kan yang menentukan pelapornya sendiri," ucap AKBP Yogen Heroes Baruno.
Baca Juga: Program Bayi Tabung di Primaya IVF Makassar Lebih Murah Dari Luar Negeri
Sebagai informasi, Dewi Perssik kembali melaporkan beberapa haters atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media elektronik.
Laporan diterima Polres Metro Depok pada 18 November 2022.
"Saya merasa terganggu dengan pernyataan nggak baik dan mengarah kepada penghinaan dan fitnah. Jadi saya wajib untuk lapor," jelas Dewi Perssik.
Sama seperti laporan di Polres Metro Jakarta Selatan, Dewi Perssik mengadukan orang-orang yang menyinggung kegagalan rumah tangganya serta menyebut dia mandul.
"Ya memang itu faktanya, tiga kali janda. Tapi mungkin aku perlu membela diri juga. Aku sebagai perempuan kan nggak pengin juga pernikahanku gagal. Penginnya ya selamanya," papar Dewi Perssik.
Berita Terkait
-
Salah Satu Hater Dewi Perssik Tiba-Tiba Ngaku Ngefans, Minta Tolong Polisi Buat Ketemu Sang Biduan
-
Saling Dekat dan Akui Tak Ingin Pacaran, Rian Ibram dan Dewi Perssik Ingin Langsung Nikah
-
Aldi Taher Bawa Pulang Foto Dewi Perssik: My First Love
-
Dewi Perssik dan Rian Ibram Pamer Kemesraan, Netizen: Semoga Jodoh Amin
-
Gandeng Tangan Anak Mak Vera, Dewi Perssik Bantah Pacaran: Gak Semurah dan Segampang Itu!
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
Terkini
-
Strategi ACC Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Solusi Finansial
-
5 Perbedaan Kulkas Direct Cooling vs No Frost, Penting Diketahui sebelum Membeli
-
Kenapa Sepatu Lari Berwarna Mencolok dan Terang? Alasannya Lebih dari Sekadar Gaya-gayaan
-
Drama China How Dare You: Terjebak di Dunia Novel sebagai Tokoh Antagonis
-
Saiful Tewas Diamuk Massa karena Tuduhan Pencurian Pisang di Lampung Selatan
-
Harga Emas Antam Ambruk Rp30 Ribu, Menuju Level Terendah Sebulan
-
Tablet Xiaomi Pad 9 Pro Max Siap Debut, Bawa Xring O3 yang Diklaim Tembus 5,22 Juta AnTuTu
-
Kemacetan di Pelabuhan Ketapang Mulai Terurai, Antrean Truk dari 16 Km Jadi 7 Km
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Prajurit Penyiram Air Keras Tak Dipecat, Bentuk Normalisasi Teror Kekerasan Lewat Peradilan Militer?