Suara Sumatera - Kisruh Food Vlogger Farida Nurhan dan Codeblu hingga kini belum menemui titik terang. Codeblu dikabarkan melaporkan Farida Nurhan polisi perihal dugaan pencemaran nama baik.
Codeblu awalnya membagikan surat laporan polisi secara terbuka di akun Instagram Story miliknya. Namun tanpa menyebutkan siapa yang menjadi terlapor.
Unggahan tertanggal 23 September 2023 itu, menampilkan surat laporan yang mencakup tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah yang disampaikan melalui platform TikTok.
Baru terungkap, Codeblu ternyata mengkonfirmasi yang dilaporkannya adalah Farida Nurhan dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Codeblu menjelaskan bahwa laporan dan bukti yang ada hanya memungkinkan satu pasal hukum yang dapat dikenakan kepada Farida Nurhan.
"Laporannya yang bisa kena ternyata cuma satu, adalah pencemaran nama baik. Jadi dengan sengaja merusak nama baik orang di publik dengan memposting rekaman suara orang lain yang disebarluaskan melalui sosial media secara publik dan terang-terangan. Yang nonton banyak," kata Codeblu dalam bincang-bincang bersama Dokter Richard Lee.
Walau tak sedikit warganet yang geram terkait dugaan doxing yang dilakukan Farida Nurhan, Codeblu menyebut jika tuduhan itu tidak dapat dikenakan kepada Farida Nurhan.
Codeblu menyampaikan jika dalam tuduhan ini tidak ada dokumen pribadi yang disebarluaskan, seperti KTP atau informasi pribadi lainnya.
“Doxing itu nggak kena. Pintar dia karena tidak ada dokumen resmi yang dia sebarluaskan," jelas Codeblu.
Baca Juga: Yang Hyun Suk Didakwa Tiga Tahun Penjara, BABYMONSTER Gagal Debut September?
Sementara itu, Farida Nurhan saat menjadi bintang tamu di acara Pagi Pagi Ambyar membantah melakukan doxing.
"Tidak, saya tidak melakukan itu. Saya menyebutkan namanya, tapi saya tidak pernah menunjukkan wajahnya karena saya tahu dari sumber ini. Saya tenang-tenang saja," kata Farida Nurhan.
Wanita yang akrab disapa Omay ini juga menjelaskan bahwa maksudnya adalah untuk memancing Codeblu agar menunjukkan wajahnya.
Hal ini, menurutnya, akan memberikan manfaat kepada pemilik warung-warung UMKM yang direview oleh Codeblu, sehingga mereka tidak akan takut mendapatkan ulasan negatif.
"Itu pancingan saya supaya Codeblu menunjukkan wajahnya jadi bagus kalau Codeblu mereview-review ke warung-warung UMKM takut reviernya sadis mereka tinggal nolak saja. Super sangat simple sekali (alasannya). Nggak ada niat saya membuat kericuhan mungkin story telling saya salah. Saya buat videonya aja jam 1 malam," jelasnya.
Lebih lanjut, Farida tegas menyatakan bahwa dia tidak berniat untuk meminta maaf atas tindakannya. Namun, jika polisi memanggilnya, dia siap untuk memenuhi panggilan itu.
"Tapi saya adalah warga negara Indonesia yang baik. Seandainya nanti saya dipanggil saya pasti datang, kan bukti-buktinya ada. Saya mau dilaporkan monggo dilaporkan. Saya disuruh minta maaf, saya nggak mau minta maaf," ujarnya.
Farida juga menambahkan bahwa saat ini, dia tidak merasa terlalu khawatir tentang situasi ini karena dia menyadari bahwa dirinya berada di pihak yang dianggap antagonis atas perlakuan yang telah dia lakukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Rio Fahmi Yakin Persija Berkembang Usai Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026
-
Tito Mohon-mohon ke Purbaya Minta Cairkan Tambahan Anggaran Rp 6 T buat Pemulihan Sumatra
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Industri Kreatif Bergeser, Strategi Kampanye Tak Lagi Cukup
-
Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI
-
RI Lobi AS Agar Sawit Bebas Tarif Section 301, Airlangga: Kami Minta Dikecualikan
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?