SuaraSumedang.id - Budaya merupakan warisan sekaligus sejarah yang selalu dijaga oleh sebagian kelompok masyarakat.
Mereka mempunyai cara tersendiri untuk selalu melestarikan budaya leuhur, ritua yang dilakukan sering diturunkan ke anak cucu mereka.
Satu di antaranya yang selalu dijaga oleh masyarakat desa Colo, Kudus, Jawa Tengah sebagai bentuk penghormatan terhadap Sunan Muria yakni Guyang Cekathak.
Terdapat sejumlah masyarakat Desa Colo yang tengah mengajak para peziarah, Pedagang, tokoh masyarakat dan ojek colo.
Mereka juga turut andil melestarikan tradisi Guyang Cekathak yang berlangsung Jum'at (30/9/2022). Tampak ratusan orang ikut memeriahkan budaya tersebut.
Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari pedagang, tukang ojek, dan para peziarah turut serta mengikuti proses Guyang Cekathak.
Ritual ini diyakini warga setempat, merupakan cara untuk memohon agar turun hujan, sekaligus termasuk satu di antara berbagai macam kearifan lokal untuk melestarikan alam di kawasan lereng Gunung Muria.
Ritual Guyang Cekathak Muria
Juru kunci Sendang Rejoso dan Sekertaris Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria (YM2SK) Muhammad Bambang Budi Iriyanto mengatakan bahwa tradisi ini dilakukan ketika memasuki musim kemarau atau tepatnya bulan September hari Jum'at Wage.
"Sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada Sunan Muria tanpa adanya niatan musyrik," kata Bambang setelah acara, Jumat, (30/9).
Baca Juga: Destinasi Wisata Keluarga Lembang Wonderland Suguhkan Flashy Flourescent Light
Ia juga menambahkan bahwa, tradisi Guyang Cekathak merupakan tradisi turun temurun dari leluhur sebagai ritual penghormatan terhadap Sunan Muria.
"Karena pada dasarnya doa meminta hujan tetap dilaksanakan dengan salat sunah meminta hujan. Namun, dalam prosesinya dikemas dengan tradisi," ujar Bambang.
Menurutnya ritual tersebut dilakukan dengan membawa cekathak (pelana kuda) milik Sunan Muria.
Perjalanan dimulai dari Masjid Muria menuju mata air Sendang Rejoso diiringi dengan terbangan (rebana) dan selawat nabi.
Selanjutnya, pelana kuda dibasuh menggunakan air Sendang Rejoso. Lalu air dipercikkan kepada warga sebagai bentuk rasa syukur dan kebahagiaan, karena Sendang Rejoso masih memancarkan airnya.
"Usai pencucian pelana kuda, dilakukan doa meminta hujan dan acara selamatan dengan makan bersama menggunakan sayur urab, opor ayam, gulai kambing, dan dawet sebagai harapan warga akan datangnya hujan," kata Bambang.
Berita Terkait
-
Destinasi Wisata Keluarga Lembang Wonderland Suguhkan Flashy Flourescent Light
-
Festival Phinisi di Bulukumba Masuk Daftar Wonderful Indonesia
-
Masjid Tanjak dan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Diajukan untuk Paket Wisata Religi di Batam
-
Perkuat Branding Wonderful Indonesia, Kemenparekraf Tambah 17 Mitra Baru
-
Alffy Rev Rilis Wonderland Indonesia 2: The Sacred Nusantara, Visual Manjakan Mata Sukses Bikin Netizen Merinding
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat
-
Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya
-
BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%
-
Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif