Kumpulan Berita PETANI Terbaru Dan Terkini
-
Hari Ketiga Pencarian Ketut Wijaya Petani Merica di Kolaka Timur, Tim SAR Bergerak Hingga Radius 4 Km
sulsel -
Berani Tolak Jual Beras Lokal Sambas, Bupati Satono akan Cabut Izin Usaha
kalbar -
Mahasiswa Indonesia Kerja Paruh Waktu Jadi Petani di Jepang Dapat Gaji Segini, Publik: Magang yang Sesungguhnya
news -
Usai Salat Jumat Kelompok Tani Deklarasikan Dukung Anies Baswedan Untuk Pilpres 2024
banten -
Petani Merica Hilang di Hutan Desa Wia-wia Kolaka Timur, Terakhir Menuju Arah Utara
sulsel -
Dukungan untuk Anies Baswedan Semakin Tak Terbendung, Terbaru dari Jarnas Petani Mileanies
news -
Petani di Sumut Dapat Tambahan Alokasi Pupuk Subsidi
sumut -
Garam Hasil Produksi Petani Simeulue Belum Bisa Dijual ke Pasaran Nasional, Terbentur Izin
sumut -
Pengakuan Mengejutkan dari Warga Bojong Koneng Soal Sentul City: Dipinjamkan Puluhan Tahun Lahan Untuk Petani
bogor -
Kebijakan Minyak Goreng Tiga Harga Rentan Penyelewengan, Subsidi Khusus pada Menengah ke Bawah
sumsel -
Perjuangkan Lahan Garapan, Puluhan Petani Sukabumi Selatan Jalan Kaki ke Istana Merdeka
jabar -
Merasa Dibohongi PT Swadaya Mukti Prakarsa, Masyarakat Adat di Ketapang Pasang Portal Adat, Sampaikan 8 Pernyataan Sikap
kalbar -
Puluhan Petani Jalan Kaki dari Cisolok Sukabumi ke Istana Merdeka, Minta Keadilan ke Presiden Jokowi
bogor -
Adukan Nasib ke Presiden Jokowi, Puluhan Petani Jalan Kaki dari Sukabumi Selatan ke Istana Merdeka
jabar -
Sempat Dilanda Kebakaran, Begini Cerita Petani Kopi di Kalbar Bangkit
lifestyle -
Dugaan Kriminalisasi Petani Suka Mukti Mesuji, Ditangkap Tanpa Prosedur
sumsel -
Petani Bondowoso Merasa Dibodohi, Beli Pupuk Tak Dapat Kwitansi, Harga Jauh Melebihi HET
malang -
Petani Sembalun Kembali Melakukan Aksi Penolakan Reforma Agraria yang Ditawarkan Bupati Lotim
bali -
Kisah Kampung di Tuban Mendadak Banyak Miliader, tapi Kini Menyesal: Janji Diberi Kerja Tak Ditepati Pertamina
sumsel -
Target Peremajaan Sawit Sumsel Sulit Tercapai, Penyebabnya Karena Ini
sumsel -
Harga Kratom Tak Menentu, Petani Desak Pemerintah Segera Buat Regulasi
kalbar