TANTRUM - Menjelang akhir pekan, dipastikan setiap orang akan merencanakan kegiatan wisata. Mulai dari wisata alam, kuliner, permainan dan banyak lainnya.
Namun, bagaimana mencari wisata yang berisikan pendidikan, selain memperoleh hiburan ?
Salah satunya ada di Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung, Jawa Barat. Rumah sakit mata nasional itu memiliki program wisata edumata yang bertujuan memberikan pendidikan kepada pengunjung atau pelajar yang datang setiap akhir pekannya.
Menurut Ketua Komite Medis Rumah Sakit Mata Cicendo Iwan Sovani, program wisata edumata ini meliputi berbagai hal, mulai dari tes kesehatan mata sampai pemutaran film dokumenter mata.
"Check up mata ringan. Jadi nanti anak-anak itu di cek matanya. Kemudian kita nonton bareng tentang mata itu apa, fokus itu apa, minus itu apa, dalam bentuk film," kata Iwan ditulis, 1 Juli 2022.
Iwan mengatakan selain tes kesehatan dan pemutaran film terkait mata, terdapat pula simulasi permainan untuk mengukur ketajaman penglihatan.
Dalam wisata edumata ini, diperkenalkan pula sejarah berdirinya rumah sakit mata rujukan nasional, Cicendo, kepada para pengunjung.
Para pengunjung juga dapat melihat seratusan alat pemeriksaan mata dari tahun 1950 sampai dengan tahun 2000an disimpan di Museum Mata Rumah Sakit Cicendo.
Koleksi alat medis pemeriksaan mata tersebut, merupakan piranti yang digunakan rumah sakit mata rujukan nasional tersebut, sejak didirikan pertama kalinya.
Baca Juga: Kabinet Jokowi Berduka, Menteri Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia
"Tujuan didirikannya museum tersebut guna mendokumentasikan perkembangan teknologi alat pemeriksaan mata khususnya di Kota Bandung, pada umumnya di Indonesia. Jadi mulai dari alat - alat untuk periksa kaca mata, alat periksa mata dan alat - alat foto mata semuanya ada disitu. Kita kumpulkan dari para dokter senior. Ada juga dari luar kota, seperti Jakarta dan Yogyakarta," ujar Iwan.
Proses pengumpulan koleksi alat pemeriksaan mata ini mulai dilakukan, tepatnya pada 100 tahun berdirinya Rumah Sakit Mata Cicendo pada beberapa waktu yang lalu.
Iwan mengaku sempat kesulitan dalam proses pengumpulan koleksi alat pemeriksaan mata ini, karena sebagian besar piranti ini dimiliki oleh kolektor benda antik.
Sehingga barang yang diperlukan sebagai koleksi, harus diperoleh dengan susah payah.
Rumah Sakit Mata Cicendo menyatakan, meski program wisata edumata ini telah berlangsung lama, namun pada kenyataannya kurang diminati oleh masyarakat.
Hal itu terlihat, dengan pelaksanaan program wisata edumata ini dilakukan, jika pesertanya telah terpenuhi sebanyak 20 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur