TANTRUM - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah mengidentifikasi material aneh di Mars.
Material tersebut pertama kali terlihat oleh penjelajah (rover) Perseverance pada 12 Juli lalu. Menurut NASA, material itu bukan berasal dari alien atau benda biologis lainnya melainkan sepotong dakron.
Dakron merupakan jenis serat sintetis yang disematkan dengan resin dan sering digunakan dalam kain layar berkinerja tinggi.
Namun, dalam kasus Perseverance, kemungkinan itu merupakan bagian dari selimut pelindung termal.
“Sepotong jaring khusus ini tampaknya telah mengalami penguraian atau robekan yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa material itu mengalami kekuatan yang kuat,” tulis blog tersebut diberitakan Independent, dicuplik dari Republika, Selasa, 9 Agustus 2022.
Jaring tersebut bukanlah bagian pertama dari puing yang tersisa dari pendaratan rover Perseverance yang muncul di jalur rover.
Pada Juni, Perseverance melihat sepotong bahan seperti foil mengkilap, kemungkinan bagian dari selimut termal pada Entry, Descent, dan Landing (EDL) yang terperangkap dalam singkapan batu.
Pada April, helikopter Ingenuity yang mendarat di Mars bersama dengan Perseverance mengambil gambar cangkang pelindung dan parasut yang tersisa dari EDL membawanya. Perseverance dengan selamat tiba di Planet Merah.
Berbagai macam sisa-sisa roda pendarat merupakan konsekuensi dari melakukan pendaratan lunak di Mars. Namun, ini juga dapat menghadirkan tantangan bagi tim misi Perseverance.
Baca Juga: Sisi Lain dari Sosok Ayu Laksmi, Pemeran Ibu di Film Pengabdi Setan 2
Dilansir Independent, Selasa (9/8/2022), Perseverance dibebankan dengan mengebor sampel batuan dan tanah dari permukaan Mars, sampel yang akan dikumpulkan dan dikembalikan ke bumi pada 2030-an.
Sampel itu akan dianalisis untuk menjawab pertanyaan apakah Mars pernah diisi oleh makhluk hidup atau masih ada kehidupan asli di sana.
Meskipun NASA berhati-hati untuk mensterilkan Perseverance sebelum diluncurkan untuk mencegah kontaminasi Mars, tim rover perlu menggunakan kamera rover untuk mencoba dan memastikan tidak ada bahan dari EDL yang masuk ke salah satu sampel yang dibor oleh rover.
“Tim pengambilan sampel juga akan terus memantau potensi sumber kontaminasi,” ujar NASA.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
Apa Bedanya Lip Balm dan Lip Serum? Ciptakan Bibir Sehat dan Cantik
-
Heboh Jennifer Coppen Tenggak Alkohol di Pernikahan, Eks Pegawai Hotel Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Sisi Gelap Piala Dunia 2026, NYPD Siaga Hadapi Lonjakan Perdagangan Seks
-
Lantik ASN di Desa Terpencil, KDM Ingatkan Tugas Melayani Masyarakat hingga Pelosok
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
4 Motor Brilian Suzuki yang Nggak Masuk Indonesia, padahal Bisa Bikin Kelas 150cc Bertekuk Lutut
-
Kadang Bukan Gagal, Hidup Memang Punya Rencana yang Berbeda
-
Kemensos Terima Hibah Lahan 6,3 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Tangerang
-
Mengatasi Kulit Dehidrasi: 5 Pilihan Moisturizing Cream untuk Dry Skin
-
Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%