/
Minggu, 12 Maret 2023 | 06:19 WIB
Ceramah Ustaz Adi Hidayat. Ustazd Adi Hidayat menjelaskan amalan-amalan bagi wanita yang sedang datang bulan atau haid. Allah memberikan keistiwamaan pada wanita tentang pahala berlimpah. (suara.com)

SuaraTasikmalaya.id - Allah SWT memberikan keistimewaan pada wanita. Keistimewaan itu bahkan akan menjadi pahala yang berlipat ganda jika dilakukan meski wanita tersebut dalam keadaan "kotor".

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan dalam satu kajian diskusi bagaimana Allah memberikan banyak keistimewaan bagi wanita meski dalam kedaan "kotor" atau sedang haid.

Lantas apa yang bisa membuat wanita mendapat keistimewaan dari Allah SWT?

Wanita yang sedang haid dijelaskan Ustadz Adi Hidayat akan mendapat pahala berlipat meski dalam keadaan "kotor".

Wanita masih bisa mendapatkan banyak pahala dari Allah SWT dengan amalan-amalan tertentu yang bisa dilakukan meski dalam keadaan datang bulan.

Sehingga meski wanita tersebut dalam keadaan haid tidak diperbolehkan berpuasa dan salat, Allah menggantinya dengan cara lain.

Cara lain yang Allah berikan akan membuat wanita mendapatkan pahala berlipat ganda.

UAH sapaannya, menyebutkan wanita ketika haid, tetap masih bisa menjalankan amalan lain selain yang wajib seperti salat.

Amalan itu kata Ustadz Adi Hidayat masih bisa dilakukan para wanita meski  sedang haid.

Baca Juga: Cek Fakta! Deddy Corbuzier Akan Ungkap Fakta Perceraian Arya Saloka dengan Putri Anne

"Wanita-wanita yang sedang haid masih bisa mengerjakan amalan tertentu," kata Ustadz Adi Hidayat dalam video ceramah yang diunggah di Kanal YouTube HR AZHAR.

"Saat keadaan haid, wanita tidak boleh mengerjakan sholat, juga tidak boleh membaca Alquran," kata ustadz.

Jelas Adi Hidayat, membaca Alquran memang tidak dibolehkan bagi wanita yang sedang haid.

Namun, Ustadz Adi Hidayat mempelajari hukumnya wanita sedang haid dibolehkan membca Alquran.

Dengan belajar hukum atau fiqih dari bacaan, maka jelas Ustadz Adi Hidayat, wanita dibolehkan memcava Alquran meski dalam keadaan haid.

Dalam hal ini jelas UAH, wanita masih bisa belajar tajwid, menyimak bacaan dari orang lain, membaca tafsirnya dan fiqihnya.

"Inilah bentuk kasih sayang Allah," kata UAS.

"Kalau seorang hamba dalam keadaan uzur, dia tak bisa menjalankan amalan rutinnya, maka amalan-amalan yang rutin dikerjakannya itu sebelumnya, masih akan dituliskan pahalanya untuknya," ungkap Ustadz Adi Hidayat mengutip hadits riwayat Imam Bukhari.

Jelas UASH, hadist tersebut juga berlaku pada wanita yang sedang haid. 

"Jadi jangan sedih karena tidak bisa mengerjakan amalan rutinmu, karena pahalanya tetap mengalir meski tidak dikerjakan saat haid," kata UAH. (*)

Sumber: Youtube HR Azhar

Load More