Suara.com - Hari ini, 156 tahun silam, Christiaan Eijkman lahir di Nijkerk, Belanda. Eijkman merupakan ilmuwan asal negeri Kincir Angin yang berhasil menemukan zat anti-bakteri pencegah penyakit beriberi saat melakukan penelitian di Jakarta, yang kala itu masih bernama Batavia.
Temuan Eijkman menjadi dasar bagi Frederick G. Hopkins untuk membuat vitamin pertama di dunia, yakni vitamin B1. Berkat dedikasi dalam dunia medis, Eijkman dan Hopkins meraih Penghargaan Nobel dalam Fisiologi dan Kedokteran.
Sejak muda, Eijkman sudah ingin menjadi dokter. Sayang, orangtuanya tak cukup kaya untuk membiayai pendidikan Eijkman. Kebetulan sekali, pemerintah kolonial Belanda sedang butuh banyak tenaga dokter untuk dipekerjakan di tanah jajahannya, Hindia Belanda (cikal bakal Indonesia). Eijkman pun sekolah kedokteran gratis. Sebagai gantinya, ia wajib berangkat ke Hindia Belanda untuk bekerja sebagai dokter bedah militer di Semarang, Cilacap, dan Padangsidempuan.
Namun, belum lama di Indonesia, dia terjangkit Malaria dan dipulangkan. Selama setahun kepulangannya, Eijkman sempat memperdalam ilmunya di Jerman. Lalu, ketika penyakit beriberi mewabah di Batavia, Eijkman dipanggil kembali untuk melakukan penyelidikan. Selama sembilan tahun, Eijkman mencoba mencari tahu apa penyebab dan apa obat penyakit yang merenggut banyak nyawa tersebut.
Berbekal ilmu yang ia dapat saat belajar dari ilmuwan Robert Koch di Jerman, Eijkman melakukan serangkaian penelitian di Batavia. Setelah menggunakan ayam, kera, bahkan tahanan Belanda sebagai kelinci percobaannya, akhirnya Eijkman menemukan titik terang. Ia menemukan bahwa kulit ari pada beras merupakan zat anti-bakteri ampuh yang bisa mencegah penyakit beriberi. Eijkman sampai pada kesimpulan itu setelah melihat tahanan yang lebih sehat setelah mengkonsumsi beras yang tidak digiling sampai bersih alias masih menyisakan kulit arinya.
Lalu, mengapa Eijkman memanfaatkan tawanan sebagai kelinci percobaan? Menurut lelaki tersebut, tahanan bisa diawasi setiap waktu. Beberapa tahanan yang menjadi objek penelitiannya pun tinggal dalam waktu yang cukup lama di penjara, sehingga memudahkan studinya.
Temuan itu menjadi awal bagi penelitian para ilmuwan lainnya. Pada tahun 1906, ahli biokimia Inggris Frederick Hopkins memperjelas zat anti-bakteri yang ditemukan Eijkman sebagai "zat pelengkap" yang sangat penting bagi tubuh di samping protein, karbohidrat, lemak, garam, dan air. Kemudian, barulah pada tahun 1912, ahli kimia Casimir Funk menamakan zat anti-beriberi temuan Eijkman sebagai Vitamin. Pada tahun 1926, vitamin pencegah beriberi pertama disintesakan dan dikenal dengan nama Thiamin atau B1.
Laboratorium yang dipakai Eijkman untuk melakukan penelitian tersebut kini menjadi tempat penelitian biologi molekul. Gedung yang dinamakan Lembaga Biologi Molekul Eijkman tersebut berada di Jalan Diponegoro no.69, Jakarta Pusat.
Baca juga:
Ken Kutaragi Pencipta PlayStation
Leo Fender Pembuat Gitar Fender
Frederic Bartholdi Pembuat Patung Liberty
Earl Tupper Si Pembuat Tupperware
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
HP Murah Anyar, Tecno Spark 50 Pro Usung Sensor Sony dan Baterai Jumbo
-
Cari TWS Premium Layar AMOLED? Simak Fitur Menarik Soundcore Liberty 5 Pro Max
-
Adu Spek POCO X8 Pro vs iQOO Z11, Pilih HP Midrange Gahar yang Mana?
-
Spesifikasi Tecno Pova 8 5G: HP Midrange dengan Kamera Sony dan Baterai 8.000 mAh
-
Redmi K90 Ultra Siap Jadi HP Gaming Premium Terjangkau, Bawa Baterai 8.500 mAh
-
Bocoran Vivo T5 Lite 5G: Baterai 6.500mAh, Layar 120Hz, dan Dimensity 6300 Siap Guncang HP Mid-range
-
73 Kode Redeem FF Max Terbaru 16 Juni 2026: Klaim Voucher, Jersey, dan Evo Famas
-
Lawan DJI Osmo Pocket, Insta360 Luna Ultra Bawa Dua Lensa Leica dan Zoom 12x
-
Samsung Health Berbasis AI Hadir di Galaxy Watch, Bisa Deteksi Tanda Tubuh Mulai Sakit Saat Tidur
-
3 HP Lipat Paling Murah Mulai Rp4 Jutaan, Penyimpanan Luas dan Performa Kencang