Suara.com - Google sedang mengembangkan sebuah aplikasi pesan gratis serupa WhatsApp untuk menutupi kerugian dari bisnis media sosial yang mereka punya.
Menurut analis mobile, Benedict Evans, Google sudah kehilangan momen karena terlambat mengembangkan layanan pesan. Namun, Google merasa harus mengejar ketertinggalannya dengan Facebook yang sudah terlebih dahulu membeli WhatsApp.
"Alasan yang sama juga berlaku di Facebook sehingga mereka membeli Instagram dan Whatsapp," katanya.
Rencananya, aplikasi ini tidak akan membutuhkan akun Google untuk registrasi.
Seperti dilansir laman Independent, aplikasi ini direncanakan keluar pada tahun 2015 setelah dilakukan percobaan terlebih dahulu di India.
India dipilih sebagai lokasi percobaan dengan pertimbangan bahwa negara tersebut memiliki 815 juta koneksi mobile. Angka tersebut naik 8 persen dibandingkan tahun lalu dan diramalkan bakal menjadikan India sebagai pasar smartphone terbesar kedua setelah Cina pada tahun 2019.
Sementara itu, aplikasi pesan yang ingin disaingi Google, Whatsapp, mengklaim sudah melayani 600 juta pengguna tiap bulan di seluruh dunia.
Aplikasi serupa seperti Line, We Chat dan Viber juga mengklaim digunakan oleh ratusan juta orang. (Independent)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar
-
Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK
-
Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla
-
Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo
-
Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut
-
Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target