Suara.com - Para ilmuwan berhasil mengindentifikasi sebuah perubahan kimiawi dalam DNA manusia, yang bisa digunakan untuk memprediksi lama hidup, bahkan kematian seseorang.
Dalam empat riset berbeda, yang melibatkan hampir 5000 responden dewasa selama 14 tahun, para peneliti dari Australia, Amerika Serikat, dan Eropa mempelajari usia biologis manusia dengan menganalisis sebuah modifikasi kimiawi dalam DNA yang dikenal dengan nama methylation.
Methylation tidak mengubah susunan DNA, tetapi penting perannya dalam proses biologi dan bisa memengaruhi aktif tidaknya gen. Perubahan methylation mempengaruhi banyak gen dan terjadi sepanjang hidup manusia.
Ilmuwan-ilmuwan itu kemudian menentukan usia biologis manusia dengan melihat cepatnya perubahan methylation dalam gen. Dalam riset itu sendiri mereka meneliti perubahan methylation sampel darah responden.
Dari eksperimen itu mereka menemukan bahwa usia biologis seseorang berbeda dengan usianya sesuai penanggalan kalender. Semakin tua seseorang menurut usia biologis, semakin besar kemungkinannya untuk meninggal.
Mereka menemukan bahwa jika usia biologis seseorang lima tahun lebih tua dari usia sebenarnya, maka risiko kematiannya naik sebesar 21 persen.
"Penelitian ini baru ini meningkatkan pemahaman kita akan kesehatan dan usia manusia," kata Professor Ian Deary dari Universitas of Edinburgh, salah satu peneliti dalam riset itu.
Studi ini diterbitkan dalam jurnal Genome Biology edisi 30 Januari 2015.
Tag
Berita Terkait
-
Politik Simbol di Balik Klaim DNA India Prabowo, Narasi Baru Diplomasi?
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Terkuak! Polisi Temukan Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah
-
5 Serum Lokal Kandungan DNA Salmon untuk Atasi Kulit Kendur dan Flek Hitam
-
4 Moisturizer Cream dengan Salmon DNA untuk Kulit Glowing dan Kenyal
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki
-
Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU
-
Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea
-
Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan, Total 3 Tewas
-
Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program
-
PSIM Yogyakarta Pertahankan Empat Pemain Asing untuk Hadapi Musim 2026/2027
-
Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026
-
Soroti Dugaan TPPU Febrie Adriansyah, Akademisi Dorong Penerapan Pemberatan Pidana Eks Jampidsus
-
Fabio Quartararo Gabung Honda, Separuh Kursi MotoGP 2027 Sudah Terisi