Suara.com - Wina Lia, pemilik rumah dalam iklan "Beli Rumah Bisa Ajak Pemiliknya Menikah" buka suara soal kehebohan di media yang dipicu iklan berjudul menggelitik tersebut.
Wina mengungkapkan, iklan tersebut memang benar dan tidak mengada-ada.
Wina menuturkan awal mula kemunculan iklan yang menyedot perhatian publik tersebut. Wina menegaskan, bukan dirinya yang membuat dan mengunggah iklan tersebut ke situs jual beli rumah, melainkan seorang agen properti yang baru dikenalnya.
"Pemberitaan itu sebenarnya benar cuma yang mengekspos iklan itu memang bukan saya. Itu mas Dian, yang baru saya kenal lewat Facebook," papar Wina kepada suara.com.
Menurut Wina, Dian adalah agen properti yang membantu memasarkan rumahnya lewat dunia maya.
"Dia itu agen properti independen, dia tanya apakah ada rumah atau tanah yang mau dijual. Kemudian, dia datang sendiri ke rumah untuk membahas rencana mengiklankan rumah saya," jelas Wina.
Dalam pembicaraan itulah, imbuh Wina, dirinya sempat berseloroh soal menjual rumah sekaligus mencari suami. Mungkin, menurut Wina, lelucon itulah yang membuat Dian membuat iklan yang agak berbeda dari iklan jual rumah biasa.
"Saya tanya, berapa mau dipasarkan, kemudian dia bilang 'satu miliar juga nggak apa-apa'. Saat itulah saya hanya bercanda, saya bilang 'saya kan janda mas, kebetulan cari suami, siapa tau mas punya pembeli, siapa tau ada duda atau perjaka nyari rumah siapa tahu cocok dengan saya'," beber Wina.
Lebih lanjut, Wina menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mencari sensasi. Tujuan utamanya adalah agar rumahnya segera terjual. Ia pun mengaku sama sekali tidak menyalahkan Dian karena kehebohan yang ditimbulkan dari iklan buatannya.
"Jadi nggak ada niat publikasi sensasi, saya tidak menyudutkan mas Dian, saya tidak menuntut, saya niat baik, mas Dian juga niatnya baik. Mas Dian memang niat bantu saya (menjualkan rumahnya)," ujar Wina.
Seperti diberitakan sebelumnya, publik sempat dibuat tercengang dengan kemunculan sebuah iklan jualan rumah yang memberikan penawaran tidak biasa. Dengan tag yang cukup 'mengundang': "Penawaran langka abad ini !!! Beli rumahnya bisa mengajak pemiliknya menikah", iklan itu jadi perbincangan dan muncul dalam pemberitaan media tanah air.
Rumah di kawasan Randu Gunting, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta tersebut ditawarkan dengan harga Rp999.000.000. Dengan dua kamar tidur, dua kamar mandi dan satu garasi di atas tanah seluas 523 meter persegi, rumah itu dilengkapi pula dengan sertifikat hak milik.
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Harga dan Spesifikasi Marshall Monitor III ANC Cream di Indonesia
-
5 Tablet 12 Inci untuk Produktivitas Tinggi, Ringkas Dibawa Kemana Saja
-
Google Luncurkan Search Live, Bisa Cari Info Pakai Suara dan Kamera
-
Tips Bikin Konten Instagram dan TikTok Lebih Autentik Pakai Xiaomi 17 dengan Kamera Leica
-
5 Pilihan HP POCO 5G Terbaru Paling Murah di 2026, Konektivitas Cepat
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Andalkan Kamera Nightography dan AI, Cocok Buat Konten Seharian
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah