Suara.com - Pemerintah Israel menuduh Facebook memicu semua kekerasan yang terjadi. Hal ini setelah jejaring sosial itu dinilai lebih proaktif dalam menghapus konten kebencian dari platform.
Bahkan, pemerintah saat ini sedang menyusun undang-undang untuk memberikan perintah kepada Facebook, bersama dengan platform media sosial online lainnya, seperti YouTube dan Twitter, untuk menghapus konten yang dinilai memberikan hasutan yang dianggap mengarah ke kekerasan dan terorisme.
Bagaimanapun, pemerintah Israel melalui Menteri Keamanan Dalam Negeri, Gilad Erdan, menyampaikan ketidak senangannya atas kebijakan yang diterapkan Facebook dalam menghapus konten dengan kekerasan.
"Hari ini Facebook menjadi jejaring sosial yang menakjubkan, memberikan revolusi positif kepada dunia. Sayang, kami melikat sejak munculnya Daesh (Negara Islam) dan gelombang teror, merubah Facebook menjadi monster," tuturnya dalam sebuah wawancara televisi seperti dilansir dari Tech Times, Selasa (5/7/2016).
Panggilan ini mirip dengan vandalisme yang dilakukan oleh aktivis politik Rotem Gez di markas Israel Facebook pada bulan Oktober tahun lalu. Gez membuat grafiti dengan gambar tangan merah besar dan kata-kata "darah di tangan kami" dan "Hentikan Terror FB", setelah penolakan Facebook untuk menghapus konten yang menyinggung atau mengandung unsur kekerasan.
Erdan menuduh Facebook telah menyabotase pekerjaan pemerintah Israel. Jaringan sosial tidak kooperatif ketika didekati oleh polisi Israel.
Menurut Erdan, Facebook bisa melaporkan kepada otoritas pos yang terunduh di jaringan sosial, atas pembunuhan gadis Israel (13) sebelum ia melakukan kejahatan. Kondisi ini bisa mencegah terjadinya kematian remaja.
Dalam sebuah pernyataan, Facebook membantah tuduhan dan penilaian menteri tersebut.
"Kami bekerja secara teratur dengan organisasi keamanan dan para pembuat kebijakan di seluruh dunia, termasuk Israel, untuk memastikan bahwa orang tahu bagaimana membuat penggunaan yang aman dari Facebook," kata Facebook.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
4 Portable Power Station Terbaik dengan Solar Panel, Cocok untuk Cadangan Daya saat Mati Listrik
-
Harga Fitbit Air Gelang Pintar Google, Lengkap dengan Spesifikasi dan Review
-
55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
-
Cuma Rp2 Jutaan, 3 Tablet 'Spek Dewa' yang Direkomendasikan David GadgetIn
-
Resident Evil Veronica Dapat Sambutan Positif, Tembus Sejuta Wishlist di Steam
-
3 Pilihan Smartwatch Baterai Awet 2 Minggu Penggunaan Reguler, Cocok untuk Lari dan Harian
-
HP 5G Murah Anyar, iQOO Z11i Bakal Usung Baterai Jumbo dan Chip Snapdragon
-
78 Kode Redeem FF Max Terbaru 22 Juni 2026: Sikat Jersey Bola dan Skin AK47 Golden
-
HP Gaming Samsung Galaxy M47 Siap Debut, Andalkan Chip Snapdragon
-
Fallout Season 3 Bakal Tambah Bintang Anyar, Game Baru Tim Cain Sedang Dipersiapkan