Suara.com - Sebuah penelitian di Australian National University (ANU), yang meneliti 5000 foto selfie di Instagram, menemukan sebuah kesimpulang menarik: sebagian besar foto selfie di Instagram diunggah oleh perempuan.
Dalam studi yang dipimpin oleh Toni Eagar dan Stephen Dann itu ditemukan bahwa 75 persen foto selfie di Instagram diunggah oleh perempuan. Diketahui juga bahwa 1 dari 10 pengunggah foto selfie berupaya untuk membangun khalayaknya sendiri dengan harapan bisa memperoleh uang dari sponsor (insta-fame).
Eagar, yang risetnya diterbitkan dalam European Journal of Marketing itu, mengatakan bahwa para pengunggah foto selfie bahkan sudah berhasil meniru praktik dalam industri marketing.
"Mereka menjual pandangan mereka tentang gaya hidup atau tentang gaya hidup mereka sendiri dan bayarannya berupa 'Like' dan follower. Tujuan mereka adalah untuk membangun audiens dan jenis ketenaran atau pemujaan di media sosial," ujar Eagar.
"Ini adalah bentuk transaksi komersial, mirip seperti aktivitas bisnis berskala kecil. Mereka beriklan. Mereka sengaja, mereka punya rencana dan ambisi," imbuh dia.
Sasaran utamanya adalah untuk menarik sponsor dari perusahaan-perusahaan, yang akan memakai mereka untuk mempromosikan produk. Usaha mereka didukung oleh pergeseran tren pemasaran saat ini. Perusahaan kini mulai meninggalkan bintang-bintang iklan atau pesohor layar lebar dan televisi, dan lebih memilih pemilik-pemilik akun berpengaruh di media sosial.
"Kami melihat semakin banyak perusahaan yang tertarik dengan pengguna Instagram kecil yang memiliki 500 sampai 1.000 follower, tetapi memiliki tingkat engagement tinggi. Mereka punya pengaruh lebih besar," jelas Dann.
Penelitian itu juga membantah bahwa foto selfie semata-mata bentuk keangkuhan. Eagar mengatakan selfie kini sudah menjadi bagian dari kehidupan normal bagi orang-orang muda.
"Banyak selfie yang ditujukan untuk keluarga dan sahabat, ketimbang untuk mencari audiens. Jadi selfie bukan lagi bentuk narsisme. Selfie sudah jadi bagian kehidupan sehari-hari," jelas Eagar. (Phys.org)
Berita Terkait
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
-
Instagram Exclusive Artis: Saat Parasocial Relationship Jadi Ladang Bisnis
-
Menggugat Filter Dysmorphia TikTok dan Instagram yang Merampas Percaya Diri
-
Gampang Banget, Begini Cara Bikin Caption Berbeda di Tiap Foto Carousel Instagram
-
Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan